Mahasiswa UPR Torehkan Prestasi Lewat PPK Ormawa, Wujudkan Panarung sebagai Kelurahan Digital
Palangka Raya — Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) kembali menunjukkan kontribusi konkret bagi pembangunan masyarakat melalui capaian bergengsi di tingkat nasional. Melalui program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), tim mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (BEM FKIP) berhasil lolos skema pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
Program yang diusung bertajuk Transformasi Kelurahan Panarung Melalui Digital Literacy dalam Membangun Komunitas Cerdas dan Inovatif. Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi digital warga Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Sasaran utama program mencakup pelatihan penggunaan teknologi informasi secara produktif, penguatan komunitas lokal berbasis digital, serta pemberdayaan masyarakat melalui konten dan aktivitas daring yang berdampak sosial dan ekonomi.
Kelurahan Panarung merupakan salah satu wilayah padat penduduk di Kota Palangka Raya. Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Palangka Raya tahun 2021, jumlah penduduk mencapai 8.779 jiwa. Hasil survei awal yang dilakukan oleh tim mahasiswa menunjukkan bahwa sekitar 87 persen warga telah memiliki gawai pribadi seperti smartphone, namun hanya 20 persen dari jumlah tersebut yang memanfaatkannya untuk kegiatan produktif seperti pengelolaan usaha mikro, pembelajaran daring, atau konten edukatif berbasis digital.
Melihat potensi dan kesenjangan digital tersebut, tim mahasiswa menetapkan intervensi berbasis pelatihan dan pendampingan literasi digital. Koordinator lapangan program, Fernando Sixtevan Sitohang, memimpin kegiatan yang terstruktur dalam berbagai segmen pembelajaran, mulai dari pemahaman dasar tentang penggunaan internet secara sehat, hingga produksi konten digital berbasis kearifan lokal. Seluruh kegiatan dilakukan dalam skema kolaboratif bersama warga, tokoh komunitas, perangkat kelurahan, dan kelompok pemuda setempat.
Ketua BEM FKIP Universitas Palangka Raya, Muzalifah, menjelaskan bahwa partisipasi mahasiswa dalam program PPK Ormawa ini bukan hanya untuk memenuhi kewajiban institusional, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab sosial, kolaborasi multidisipliner, dan praktik langsung dari nilai-nilai tridarma perguruan tinggi. Menurutnya, pengabdian melalui program ini menguatkan identitas mahasiswa sebagai agen perubahan yang berdaya guna bagi masyarakat lokal.
Selama masa pelaksanaan program, tim mahasiswa mendirikan empat pojok literasi digital tematik yang tersebar di wilayah Kelurahan Panarung. Pojok pertama diberi nama Lewu Pintar Digital, berfungsi sebagai pusat belajar digital dasar yang menyasar anak-anak dan remaja. Pojok kedua, Panarung Handep Digital, berfokus pada pelatihan konten edukatif dan pembuatan media digital berbasis lingkungan dan budaya. Pojok ketiga, Uluh Anang Kreatif, diarahkan untuk pemuda dalam bidang videografi dan desain konten digital. Pojok keempat, Indu Digital UMKM, difokuskan pada pemberdayaan ibu rumah tangga melalui pelatihan bisnis daring, pengelolaan toko digital, serta teknik pemasaran produk berbasis media sosial.
Rangkaian kegiatan juga mencakup penyelenggaraan Festival Digital Panarung sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan aktif warga selama program berlangsung. Festival ini menampilkan hasil karya peserta pelatihan, pameran booth UMKM digital, pertunjukan seni tradisional berbasis media interaktif, serta sesi berbagi cerita sukses dari warga yang berhasil mengubah aktivitas digital menjadi sumber penghasilan tambahan. Festival ini sekaligus menjadi panggung inklusi digital bagi seluruh lapisan masyarakat Panarung.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan replikasi, tim mahasiswa juga menyelenggarakan lokakarya hasil program yang dihadiri perwakilan pemerintah kelurahan, tokoh masyarakat, serta sejumlah pemangku kepentingan dari bidang pendidikan, ekonomi, dan teknologi. Dalam lokakarya tersebut, seluruh capaian program dipaparkan secara terbuka, disertai rencana keberlanjutan komunitas digital Panarung yang akan difasilitasi secara bertahap oleh kelompok relawan lokal yang telah dibentuk selama program berjalan.
Dokumentasi visual seluruh kegiatan dipublikasikan melalui kanal YouTube resmi BEM FKIP UPR, sedangkan kajian akademiknya ditulis dalam bentuk artikel ilmiah yang telah dikirimkan ke jurnal nasional bidang pengabdian masyarakat. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi publikasi dan diseminasi agar model pemberdayaan yang diterapkan di Panarung dapat direplikasi di daerah lain di Kalimantan Tengah maupun wilayah Indonesia lainnya.
Dosen pendamping, Jeff Agung Perdana, S.Pd., M.Pd., memberikan pendampingan intensif dalam hal perancangan program, validasi kebutuhan lapangan, serta evaluasi dampak kegiatan secara menyeluruh. Menurutnya, PPK Ormawa bukan sekadar kompetisi pendanaan, melainkan ruang tumbuh mahasiswa untuk belajar memahami dinamika sosial, mengembangkan kepemimpinan transformatif, serta mengelola program berbasis bukti dan nilai keberlanjutan.
Program ini turut mendapat dukungan penuh dari Lurah Panarung, Evi Kahayanti, S.E., NL.P., yang secara terbuka menyampaikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa. Ia menyebut keterlibatan mahasiswa sebagai bentuk kolaborasi lintas generasi yang selaras dengan visi pengembangan Kelurahan Panarung sebagai wilayah tangguh digital berbasis partisipasi warga. Menurutnya, dampak dari program ini tidak hanya dirasakan pada aspek pengetahuan, tetapi juga mendorong semangat kolektif warga untuk terus berinovasi dan belajar.
Capaian mahasiswa UPR dalam skema PPK Ormawa tahun 2025 ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi di daerah, khususnya di Kalimantan Tengah, memiliki kapasitas dan keberanian untuk bersaing di tingkat nasional melalui program nyata yang berdampak luas. Inisiatif ini menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat bukan hanya milik institusi, melainkan bagian integral dari proses pendidikan yang mengakar pada nilai keilmuan dan kebermanfaatan sosial.
Ke depan, program Transformasi Kelurahan Panarung Melalui Digital Literacy diharapkan tidak hanya berhenti pada pendanaan tahun berjalan, tetapi dapat dikembangkan menjadi ekosistem pembelajaran digital berbasis komunitas yang berkelanjutan. Mahasiswa UPR telah menunjukkan bahwa inovasi, kolaborasi, dan keberpihakan terhadap masyarakat adalah landasan kuat untuk membangun Kalimantan Tengah yang lebih maju melalui semangat literasi digital dan pemberdayaan warga dari akar rumput. (14 Juli 2025/adminwkp)



Komentar
Posting Komentar