Kota Palangka Raya Menuju Usia ke-68: Jejak Kemajuan dari Hutan Belantara Menuju Kota Modern

 Palangka Raya, Kota yang Memiliki Keistimewaan Tersendiri

Palangka Raya - Kota Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, genap berusia 68 tahun pada 17 Juli 2025. Usia tersebut mencerminkan perjalanan panjang yang penuh dinamika sejak kota ini dibangun dari hutan belantara pada tahun 1957. Kini, Palangka Raya menjelma menjadi salah satu kota modern yang berkembang pesat di wilayah tengah Indonesia. Kemajuan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan publik, serta kuatnya sinergi antara Pemerintah Kota dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadi fondasi utama dalam transformasi wajah kota yang memiliki luas wilayah 2.853,12 km² ini.

Perjalanan panjang kota ini berawal dari sebuah kawasan bernama Desa Pahandut yang kemudian berkembang menjadi pusat pemerintahan kota. Dengan status sebagai daerah otonom sejak 17 Juli 1957 dan diperkuat setelah otonomi daerah diberlakukan secara nasional pada 2001, Palangka Raya kini memiliki lima kecamatan, yaitu Jekan Raya, Pahandut, Sabangau, Bukit Batu, dan Rakumpit. Kawasan Jekan Raya dan Pahandut menjadi pusat pertumbuhan penduduk dan ekonomi. Berdasarkan data akhir tahun 2024, jumlah penduduk Kota Palangka Raya mencapai 315.153 jiwa dengan kepadatan rata-rata 110 jiwa per km², menjadikan kota ini sebagai salah satu kawasan urban yang strategis di Kalimantan.

Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E. dalam sambutannya saat peringatan HUT ke-68 menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan tidak lepas dari kontribusi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kota merupakan hasil dari proses kolaboratif antara Pemerintah Kota, masyarakat, dunia usaha, serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. “Peran serta masyarakat dan dukungan dari Pemerintah Provinsi menjadi faktor penting dalam memoles wajah kota yang terus berbenah,” ungkap Fairid.

Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom turut memberikan apresiasi terhadap perkembangan Kota Palangka Raya. Dalam pernyataannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam mendorong percepatan pembangunan daerah. “Provinsi dan kota saling mendukung. Tanpa kolaborasi, pembangunan tidak akan berjalan maksimal,” tegasnya. Ia juga menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Palangka Raya yang kini mencapai angka 6,68 persen, menempatkan kota ini di posisi empat besar secara nasional dalam kategori pertumbuhan ekonomi kota-kota di Indonesia.

Perkembangan ini juga mendapat apresiasi dari tokoh daerah, salah satunya Neni Adriani Lambung, S.H., anggota DPRD Kota Palangka Raya. Ia menyebut bahwa perubahan kota sangat signifikan dalam dua dekade terakhir. “Palangka Raya dulu dan sekarang sangat jauh berbeda. Jalan membaik, kawasan pinggiran sungai ditata, dan gedung-gedung megah mulai berdiri,” ujarnya. Perubahan fisik kota tidak hanya terjadi di pusat pemerintahan, tetapi juga menjangkau wilayah pinggiran dan permukiman.

Damang Kepala Adat Pahandut periode 2025–2031, Wiliam, S.E., juga menyampaikan pesan penting agar sejarah awal Kota Palangka Raya tetap dijaga dan dilestarikan. Ia mengusulkan agar dibangun sebuah museum sejarah yang khusus menggambarkan awal mula berdirinya Kota Palangka Raya dari kawasan Pahandut. “Kami berharap agar sejarah Pahandut dibuatkan museum. Ini penting agar generasi muda tetap ingat asal-usul kotanya,” ucapnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik, melainkan juga tentang pelestarian identitas dan jati diri daerah.

Pembangunan Kota Palangka Raya tidak dapat dilepaskan dari visi besar Presiden Soekarno yang pernah mencanangkan kota ini sebagai calon ibu kota negara. Salah satu bukti sejarah dari semangat tersebut adalah dibangunnya Tugu Ibu Kota pada 17 Juli 1957. Tugu tersebut memiliki bentuk segi lima yang melambangkan Pancasila, dilengkapi api abadi sebagai simbol semangat juang, serta 17 pilar yang merepresentasikan tanggal proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Monumen ini tidak hanya menjadi ikon, tetapi juga titik awal yang memaknai semangat pembangunan dari generasi ke generasi.

Saat ini, berbagai ikon modern juga terus dikembangkan untuk memperkuat citra Kota Palangka Raya sebagai kota yang nyaman dan layak huni. Bundaran Besar Palangka Raya menjadi pusat aktivitas masyarakat sekaligus landmark kota, sementara Tugu Talawang menjadi simbol pelestarian budaya lokal Dayak yang berpadu harmonis dengan nuansa urban. Berbagai fasilitas umum seperti taman kota, jalan dua arah, flyover, serta gedung pemerintahan dan layanan publik juga terus diperluas dan diperbaiki.

Kota Palangka Raya juga tengah bersiap menjadi simpul pertumbuhan di kawasan tengah Indonesia. Keberadaan kawasan industri, rencana pengembangan smart city, serta infrastruktur pendukung lainnya membuat kota ini kian dilirik sebagai pusat investasi dan aktivitas ekonomi di Kalimantan. Komitmen pemerintah dalam menyelenggarakan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara modernisasi dan konservasi alam.

Melalui program-program strategis, Kota Palangka Raya terus mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, pariwisata berbasis budaya dan alam, serta pemberdayaan masyarakat. Pemerintah kota juga aktif mendorong transformasi digital di sektor pemerintahan dan pelayanan publik guna menciptakan tata kelola yang efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Penataan kawasan tepian sungai, penyediaan transportasi publik yang terintegrasi, serta pembangunan permukiman berbasis tata ruang berkelanjutan menjadi agenda prioritas yang terus digalakkan.

Palangka Raya tidak hanya dikenal sebagai “Kota Cantik”, tetapi kini juga mengusung visi sebagai “Kota Masa Depan” yang ramah lingkungan, inklusif, dan kompetitif. Melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan, semangat pembangunan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat terus digelorakan. Momen peringatan HUT ke-68 menjadi refleksi sekaligus momentum untuk meneguhkan komitmen bersama dalam membawa Palangka Raya menjadi kota yang semakin maju, berbudaya, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

(20/7/2025/adminwkp)

Komentar