Kebakaran Kembali Terjadi di Palangka Raya, 16 Rumah dan Tiga Kos Hangus Dilalap Api

Gloriana Aden Imbau Warga Palangka Raya Waspadai Musim Kemarau dan Potensi  Karhutla - Kalteng.co - Selalu Update & Menginspirasi
Dra. Gloriana Aden, M.M., - Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya

PALANGKA RAYA — Rentetan insiden kebakaran terus menghantui warga Kota Palangka Raya. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, sejumlah titik permukiman padat penduduk mengalami musibah serupa. Kejadian paling memilukan terjadi di kawasan Gang Mandau Ujung, Jalan Kalimantan, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, yang menghanguskan sedikitnya 16 unit rumah dan tiga unit rumah kos. Peristiwa yang berlangsung pada dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 03.50 WIB tersebut menjadi catatan penting soal kerentanan kawasan urban terhadap bencana kebakaran.

Kebakaran terbaru kembali terjadi pada Selasa (29/7/2025) di Jalan Kecubung. Menurut laporan resmi yang disampaikan oleh Dra. Gloriana Aden, M.M., selaku Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, timnya menerima laporan melalui sambungan darurat 112 dan langsung bergerak menuju lokasi. “Kami tiba di tempat kejadian dalam waktu tanggap sekitar 10 menit. Tim langsung melaksanakan upaya pemadaman guna mencegah api menjalar lebih luas,” ujar Gloriana, saat dikonfirmasi seusai penanganan di lapangan.

Berdasarkan keterangan Ketua RT di lokasi kejadian, rumah-rumah yang terbakar pada umumnya terbuat dari material kayu yang mudah terbakar. Struktur yang rapat dan tidak memiliki sekat pemisah tahan api membuat kobaran cepat membesar dan sulit dikendalikan, terutama pada awal kejadian saat sebagian besar penghuni masih dalam keadaan tertidur. “Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun estimasi kerugian materi mencapai ratusan juta rupiah,” ungkap Gloriana, seraya menambahkan bahwa penyelidikan penyebab kebakaran masih berlangsung dan ditangani aparat berwenang.

Pemadaman dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Dalkarhutla Provinsi Kalimantan Tengah, unsur TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, pihak PLN, Palang Merah Indonesia, relawan BPK Swakarsa, serta perangkat pemerintah kelurahan setempat. Sinergi kelembagaan ini dinilai sangat efektif dalam mempercepat proses pemadaman sekaligus mengoordinasi evakuasi warga.

Dalam pernyataannya, Dra. Gloriana Aden, M.M. menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya selama musim kemarau panjang yang menimbulkan peningkatan risiko kebakaran. Ia menyoroti praktik penggunaan sambungan listrik ilegal dan kelalaian terhadap peralatan elektronik rumah tangga sebagai potensi utama penyebab insiden serupa. “Pencegahan adalah langkah paling krusial. Kami mengajak masyarakat untuk lebih waspada dan disiplin terhadap aspek keselamatan lingkungan, mulai dari pemeriksaan instalasi listrik, penyimpanan bahan mudah terbakar, hingga respons darurat awal,” imbaunya.

Menurut Gloriana, langkah edukatif dan preventif perlu digalakkan melalui pendekatan komunitas, RT/RW, dan forum kelurahan agar kebakaran tidak berulang di titik-titik rawan yang telah teridentifikasi. Ia juga menyarankan pembentukan posko siaga kebakaran berbasis masyarakat sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. “Kami mengapresiasi peran aktif warga yang turut membantu proses evakuasi dan pelaporan cepat kepada layanan darurat. Semangat gotong royong harus terus dipertahankan sebagai benteng sosial menghadapi potensi bencana,” tuturnya.

Sejumlah warga terdampak kini harus mengungsi dan bergantung pada bantuan logistik dari pemerintah daerah serta organisasi kemanusiaan. Pemerintah Kota Palangka Raya disebut telah melakukan pendataan terhadap kerugian serta menyiapkan skema bantuan tanggap darurat untuk keluarga korban. Kebakaran beruntun yang terjadi sebulan terakhir ini kembali menjadi alarm keras bagi semua pihak bahwa mitigasi bencana perkotaan menuntut respons kolektif, pengawasan melekat, dan edukasi berkelanjutan.

(Selasa, 29 Juli 2025/adminwkp)

Komentar