Jelang Musda Golkar Kalteng, Gubernur Agustiar Sabran Isyaratkan Rekonsiliasi Antar Kandidat

PALANGKA RAYA — Menjelang digelarnya Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Kalimantan Tengah, tensi politik internal partai berlambang pohon beringin itu kian menghangat. Persaingan antar kandidat untuk merebut posisi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Kalteng mulai mencuat ke permukaan. Dalam suasana yang semakin dinamis tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., memberikan sinyal damai sebagai bentuk ajakan untuk menjaga soliditas kader.
Pernyataan tersebut disampaikannya secara simbolik saat menghadiri upacara peringatan Hari Jadi ke-68 Kota Palangka Raya di halaman Kantor Wali Kota, Kamis (17/7/2025). Di sela kegiatan seremonial tersebut, Agustiar memfasilitasi momen salaman antara dua tokoh penting yang disebut masuk dalam bursa calon Ketua DPD Golkar Kalteng, yakni Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M., dan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, S.E. Momen itu menjadi sorotan publik sebagai langkah simbolik untuk meredam potensi perpecahan di tubuh partai.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, yang mendampingi prosesi dan menyaksikan interaksi yang terjadi. Gubernur Agustiar menegaskan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan siapa pun yang nantinya akan memimpin DPD Golkar Kalteng, namun ia menekankan perlunya kolaborasi dan semangat saling mendukung antarkader demi menjaga kekompakan organisasi politik.
“Kalau ini (Fairid Naparin) jadi Ketua Golkarnya, beliau (Edy Pratowo) jadi ketua hariannya. Dan kalau ini (Edy Pratowo) jadi Ketua Golkarnya, beliau (Fairid) jadi ketua hariannya. Intinya saling mendukung,” ujar Agustiar, menandai ajakan untuk merawat harmoni politik di lingkungan internal partai.
Menurut Agustiar, kompetisi dalam partai merupakan hal wajar sebagai bagian dari dinamika demokrasi, namun seharusnya tidak mengorbankan nilai-nilai persatuan. Ia pun menekankan pentingnya mengedepankan prinsip musyawarah dan mufakat dalam setiap proses pengambilan keputusan partai, sebagaimana termaktub dalam sila keempat Pancasila.
“Demokrasi harus mengakar pada kearifan lokal dan semangat kebersamaan, bukan saling menjatuhkan. Mari kita junjung tinggi nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,” tandasnya.
Musda Partai Golkar Kalimantan Tengah dijadwalkan digelar dalam waktu dekat. Sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai kandidat kuat Ketua DPD, termasuk dua tokoh yang saat ini menduduki posisi strategis dalam pemerintahan daerah. Para pengamat politik menilai sinyal damai dari Gubernur Agustiar bisa menjadi titik balik untuk membangun rekonsiliasi dan kekuatan baru bagi Partai Golkar menjelang kontestasi politik di masa mendatang.
(20 Juli 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar