IAKN Palangka Raya Tawarkan Program Doktor S3 studi Pendidikan Agama Kristen, Rektor: Komitmen untuk Ciptakan Ilmuwan Pendidikan yang Kontekstual

Palangka Raya — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya resmi mencatat tonggak akademik baru melalui kehadiran Program Studi Doktor Pendidikan Agama Kristen yang kini telah aktif menerima mahasiswa. Program ini menjadi salah satu terobosan penting dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan agama Kristen di Indonesia bagian tengah dan timur. Sebagai satu-satunya program doktoral berbasis keilmuan pendidikan agama Kristen di wilayah Kalimantan, kehadiran program ini diyakini mampu memperkuat ekosistem riset teologis dan pedagogis yang relevan dengan konteks masyarakat lokal.

Rektor IAKN Palangka Raya, Dr. Telhalia, M.Th., D.Th., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembukaan Program Studi Doktor Pendidikan Agama Kristen merupakan hasil dari kerja panjang institusi dalam merancang kurikulum yang sesuai standar akademik nasional dan internasional, serta memenuhi kebutuhan gereja dan lembaga pendidikan Kristen di seluruh Indonesia. Ia menekankan bahwa program ini tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan gelar akademik semata, melainkan mencetak ilmuwan pendidikan Kristen yang memiliki integritas, kapabilitas metodologis, dan kepekaan terhadap dinamika sosial keagamaan di tengah masyarakat pluralistik.

Menurut Dr. Telhalia, keunggulan utama dari program doktor ini terletak pada pendekatan kontekstual yang digunakan dalam penyusunan materi perkuliahan dan bimbingan disertasi. Para mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menguasai teori-teori pendidikan agama Kristen, tetapi juga ditantang untuk mengembangkan model-model pembelajaran yang relevan dengan karakteristik budaya, tradisi lokal, serta tantangan zaman digital. 

Program Studi Doktor Pendidikan Agama Kristen ini juga membuka ruang riset yang luas, termasuk kajian tentang relevansi pendidikan Kristen dalam menghadapi tantangan intoleransi, degradasi moral generasi muda, dan lemahnya integrasi nilai-nilai spiritual dalam sistem pendidikan formal. Dr. Telhalia menekankan bahwa riset yang dilahirkan dari program ini diharapkan tidak hanya mengisi jurnal ilmiah semata, tetapi juga memberikan rekomendasi praktis bagi lembaga-lembaga pendidikan dan gereja dalam menyusun kurikulum, pelatihan guru agama, serta penguatan karakter peserta didik di berbagai tingkatan.

Dalam pelaksanaannya, program doktor ini juga menggandeng sejumlah pakar pendidikan dan teologi dari berbagai perguruan tinggi keagamaan Kristen, baik dalam negeri maupun luar negeri. Kolaborasi tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh bimbingan akademik dari para promotor yang memiliki reputasi ilmiah internasional, serta mengakses referensi dan jejaring riset global. IAKN Palangka Raya secara resmi telah menjalin kemitraan akademik dengan beberapa institusi di indonesia

Dr. Telhalia juga menegaskan bahwa pembukaan program ini merupakan bagian dari komitmen IAKN Palangka Raya dalam menjawab kebutuhan riil akan tenaga pendidik, peneliti, dan pemikir Kristen yang mampu berkontribusi dalam pembangunan pendidikan nasional. Ia menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap dosen dan peneliti bidang pendidikan agama Kristen terus meningkat, seiring pertumbuhan sekolah teologi, lembaga pendidikan tinggi keagamaan, dan institusi pelatihan guru agama di berbagai provinsi. Program doktor ini diharapkan mampu menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut, sekaligus membuka ruang regenerasi akademisi Kristen yang unggul.

Dari sisi seleksi, penerimaan mahasiswa program doktor dilakukan secara ketat melalui seleksi portofolio akademik, proposal riset, dan wawancara substantif. Mahasiswa yang diterima merupakan lulusan magister di bidang pendidikan agama Kristen atau bidang terkait yang menunjukkan komitmen akademik serta kesiapan untuk menjalani proses riset yang intensif. Program ini dirancang untuk diselesaikan dalam waktu tiga hingga lima tahun, tergantung pada progres disertasi dan pemenuhan kredit perkuliahan.

IAKN Palangka Raya sendiri terus melakukan penguatan kelembagaan untuk mendukung penyelenggaraan program doktor, termasuk penyediaan fasilitas perpustakaan digital, ruang seminar pascasarjana, layanan jurnal online, serta sistem informasi akademik berbasis daring yang memudahkan proses administrasi dan evaluasi pembelajaran. Selain itu, dukungan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI turut memperkuat eksistensi IAKN sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan yang memiliki mandat pengembangan ilmu berbasis iman dan kebudayaan.

Dalam pandangan akademik nasional, pembukaan program doktor di IAKN Palangka Raya merupakan sinyal bahwa pendidikan agama Kristen di Indonesia mulai memasuki fase kematangan struktural dan epistemologis. Institusi ini tidak hanya mencetak guru agama, tetapi juga melahirkan pemikir-pemikir pendidikan yang mampu menjembatani nilai-nilai teologis dengan realitas sosial dan pendidikan nasional. Di tengah tantangan global dan fragmentasi nilai di masyarakat, lulusan doktor dari IAKN diharapkan menjadi pilar strategis dalam membangun narasi pendidikan Kristen yang inklusif, kritis, dan kontekstual.

(10 Juli 2025/adminwkp)

Komentar