Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran, S.I.Kom. Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan Lewat Program Huma Betang Sejahtera

 Gubernur Agustiar Sabran: Keberagaman Menjadi Kekuatan Membangun Kemajuan  Daerah – BIRO ADPIM

Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di bawah kepemimpinan H. Agustiar Sabran, S.I.Kom. menunjukkan komitmen kuat untuk mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah provinsi melalui sebuah inisiatif strategis bertajuk Program Prioritas Huma Betang Sejahtera. Program ini dirancang sebagai jawaban atas tantangan ketimpangan pembangunan antarwilayah, serta sebagai strategi menyeluruh guna mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa terkecuali.

Dalam pernyataannya, Gubernur H. Agustiar Sabran, S.I.Kom. menegaskan bahwa program tersebut telah dipersiapkan secara menyeluruh dan ditargetkan mulai berjalan efektif pada tahun 2026. Fokus utama dari Huma Betang Sejahtera mencakup penguatan pembangunan lintas sektor di satu kota dan 13 kabupaten yang tersebar di Kalimantan Tengah. “Untuk itulah, kami memiliki Program Prioritas Huma Betang Sejahtera, guna mendukung pembangunan di 1 kota dan 13 kabupaten se-Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Program tersebut tidak sekadar menjadi simbol politik pembangunan, namun menjadi perangkat strategis untuk menjamin bahwa seluruh warga, baik yang tinggal di kawasan perkotaan maupun pedalaman, memperoleh akses setara terhadap layanan dasar. Menurut Agustiar, pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, infrastruktur dasar, serta jaminan pemenuhan gizi masyarakat menjadi indikator utama dari keberhasilan program ini. “Anak-anak kita semuanya harus bisa sekolah, bisa kuliah, bisa berobat bila sakit, dan bisa terpenuhi gizinya,” tegasnya.

Lebih jauh, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom. menyampaikan bahwa desain Program Huma Betang Sejahtera telah mempertimbangkan kondisi geografis dan kebutuhan riil masyarakat di tiap wilayah. Proyeksi pembangunan meliputi perluasan fasilitas pendidikan di daerah terpencil, peningkatan kualitas puskesmas dan rumah sakit di kabupaten, serta pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan akses transportasi untuk mendukung konektivitas wilayah. Ia menekankan bahwa pelaksanaan program ini tidak hanya bertumpu pada aspek teknis, melainkan juga mengedepankan prinsip keadilan sosial.

Gagasan Huma Betang Sejahtera, menurut Agustiar, merupakan bentuk aktualisasi filosofi rumah besar masyarakat Kalimantan Tengah, yaitu Huma Betang, yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan toleransi antarwarga. Program ini ingin membawa semangat tersebut ke dalam kebijakan pembangunan, agar tidak terjadi ketimpangan yang menciptakan disparitas sosial di tingkat lokal maupun regional. “Program itu saat ini sedang kami persiapkan matang, agar pelaksanaannya tepat sasaran dan tepat aturan, dan insyaallah akan mulai berjalan efektif di tahun 2026,” tambahnya.

Sebagai gubernur, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom. memandang bahwa pembangunan tidak dapat dicapai tanpa dukungan kolektif dari seluruh pemangku kepentingan. Oleh karena itu, ia secara terbuka mengajak masyarakat, tokoh adat, pemuda, pelaku ekonomi, hingga pemerintah kabupaten dan kota untuk terlibat aktif mendukung pelaksanaan program ini. Menurutnya, semangat kolaborasi dan gotong royong sangat diperlukan untuk mempercepat realisasi kesejahteraan di seluruh penjuru Bumi Tambun Bungai.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam memetakan kebutuhan prioritas berdasarkan data dan fakta lapangan. Setiap daerah diminta menyusun program rinci yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat lokal agar implementasi Huma Betang Sejahtera tidak bersifat seragam, melainkan kontekstual dan solutif. Pendekatan ini diyakini akan mengurangi pemborosan anggaran serta meningkatkan efektivitas pencapaian target pembangunan.

Selain aspek fisik, Program Huma Betang Sejahtera juga akan menaruh perhatian serius pada pembangunan manusia. Gubernur menyebut bahwa investasi pada kualitas sumber daya manusia, terutama melalui pendidikan dan kesehatan, merupakan pondasi utama keberhasilan jangka panjang. Ia menyatakan bahwa generasi muda Kalteng harus disiapkan untuk mampu bersaing secara nasional maupun global, tanpa kehilangan jati diri lokalnya. “Kita ingin anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan berkarakter, karena mereka adalah masa depan Kalimantan Tengah,” tegasnya.

Hingga pertengahan tahun 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah memulai tahap konsolidasi lintas sektor, termasuk perencanaan anggaran, pelibatan perangkat daerah, serta penyusunan indikator kinerja utama (IKU) dari Program Huma Betang Sejahtera. Pemerintah juga membuka kanal aspirasi publik guna menerima masukan dari masyarakat untuk memastikan program tersebut benar-benar berpihak pada rakyat kecil dan menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, Gubernur H. Agustiar Sabran, S.I.Kom. menyatakan optimisme bahwa Program Prioritas Huma Betang Sejahtera akan menjadi tonggak sejarah baru bagi Kalimantan Tengah dalam mencapai kesejahteraan merata. Ia berharap seluruh pihak menjaga semangat kebersamaan, memperkuat sinergi, dan terus berkomitmen menjadikan Kalteng sebagai provinsi yang maju, berdaya saing, dan berkeadilan. 
(23 Juli 2025/adminwkp)

Komentar