Gubernur Agustiar Sabran Bangun Kebersamaan Melalui Olahraga Bersama Media, Komunikasi Terbuka Jadi Kunci Pembangunan Daerah

RRI.co.id - Persemaian Hiu Putih Berkah, Tempat Olahraga dan Rekreasi Baru 

Palangka Raya — Kebersamaan bukan semata-mata dibangun di meja konferensi atau ruang rapat formal, tetapi juga melalui ruang interaksi yang lebih cair, santai, dan manusiawi. Hal inilah yang ditunjukkan secara konkret oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., dalam kegiatan olahraga sore bersama insan pers di area terbuka hijau Persemaian Permanen Modern Hiu Putih, Sabtu (12/7/2025). Kegiatan ini bukan sekadar aktivitas fisik rutin, melainkan jembatan komunikasi yang kuat antara pemerintah, media, dan masyarakat luas.

Berolahraga di tengah rindangnya pepohonan dan udara yang sejuk, Gubernur Agustiar memberikan ruang dialog yang lebih inklusif bagi para jurnalis, tanpa sekat formalitas dan tekanan birokrasi. Dalam suasana akrab, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor, termasuk kemitraan yang harmonis antara pemerintah dan media massa. Menurutnya, tanpa kontribusi dari media yang berperan sebagai pengawas, penghubung, dan penyampai aspirasi rakyat, kinerja pemerintah tidak akan optimal.

“Kalau hanya pemerintah saja tanpa stakeholder lain, termasuk wartawan, tidak akan maksimal. Media itu bagian dari kekuatan kita,” ujar Agustiar saat berbincang santai bersama wartawan usai kegiatan fisik. Ia menegaskan bahwa kritik dan masukan dari media adalah bahan bakar utama untuk introspeksi, evaluasi, dan perbaikan kebijakan di berbagai sektor. Dirinya bahkan menyebutkan bahwa komunikasi yang terbuka dan jujur dengan media adalah bagian dari strategi tata kelola pemerintahan yang responsif dan partisipatif.

Lebih lanjut, Gubernur Agustiar menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar agenda seremonial, tetapi merupakan bentuk apresiasi terhadap peran jurnalis yang selama ini berada di garda depan dalam menyuarakan kondisi riil masyarakat. Dalam suasana yang tidak kaku, diskusi berkembang ke berbagai topik strategis, seperti kondisi pendidikan dasar di daerah 3T, optimalisasi layanan kesehatan, ketahanan pangan, dan upaya pelestarian lingkungan berbasis komunitas. Kehadiran jurnalis dalam forum informal ini menjadi kanal yang efektif untuk menyampaikan persoalan-persoalan riil yang kerap tidak terjangkau mekanisme birokrasi konvensional.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M., turut hadir dalam kegiatan tersebut dan memberikan dukungan penuh terhadap sinergi komunikasi yang dibangun antara pemerintah dan insan pers. Ia menyoroti pentingnya memperkuat jejaring informasi yang akurat, konstruktif, dan berorientasi pada solusi. Menurutnya, media tidak hanya bertugas melaporkan, tetapi juga mencerdaskan, membangun harapan, dan menyampaikan arah kebijakan pembangunan secara utuh kepada masyarakat.

Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Ir. Leonard S. Ampung, M.M., M.T., juga menyampaikan pandangannya mengenai posisi strategis media dalam struktur komunikasi publik pemerintahan. Ia menekankan bahwa media memiliki peran krusial dalam menyosialisasikan agenda prioritas pemerintah, termasuk visi besar Huma Betang sebagai filosofi pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, pemahaman publik terhadap arah kebijakan pemerintah hanya akan efektif apabila dikomunikasikan secara tepat dan melalui saluran yang terpercaya, yaitu media.

Kegiatan olahraga bersama yang sederhana ini justru merepresentasikan nilai-nilai utama dalam tata kelola pemerintahan modern: kolaborasi, transparansi, dan partisipasi. Melalui gerakan fisik bersama, dialog setara antara pemimpin daerah dan penyampai informasi publik terjalin tanpa sekat, menghadirkan kepercayaan sosial yang sangat dibutuhkan dalam pembangunan jangka panjang. Dalam diskusi yang mengalir santai, isu-isu strategis tidak hanya diangkat tetapi juga dirumuskan bersama menjadi gagasan yang bisa diterjemahkan dalam kebijakan konkret.

Selain menciptakan suasana yang sehat secara fisik, kegiatan ini memperkuat kesadaran bersama bahwa pembangunan daerah bukan semata tanggung jawab struktural, melainkan tanggung jawab kolektif. Jurnalis sebagai mitra kritis pemerintah turut memastikan bahwa aspirasi warga tidak berhenti di ruang-ruang privat, melainkan sampai ke meja pengambilan keputusan publik. Melalui relasi timbal balik yang sehat antara pemerintah dan media, masyarakat menjadi lebih terlibat dan informasi menjadi lebih transparan.

Dalam dinamika pemerintahan daerah yang kompleks, keberadaan media bukan hanya sebagai pihak eksternal, tetapi sebagai bagian integral dari arsitektur komunikasi kebijakan publik. Kemampuan media dalam menjembatani suara rakyat kepada pengambil kebijakan menjadi aset berharga yang harus terus dibina, bukan dicurigai. Oleh sebab itu, ruang perjumpaan non-formal seperti olahraga bersama ini menjadi simbol penting bagi kemitraan yang sehat dan saling percaya.

Gubernur Agustiar juga menekankan bahwa ke depan, kegiatan semacam ini akan diperluas dalam bentuk forum kolaboratif yang melibatkan tidak hanya media, tetapi juga akademisi, komunitas lokal, dan kelompok pemuda. Ia meyakini bahwa inovasi kebijakan publik hanya bisa lahir dari ruang pertemuan yang bersifat dialogis, terbuka, dan tidak terjebak pada pola komunikasi satu arah. Dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Kalimantan Tengah sebagai rumah bersama yang tumbuh dari keberagaman gagasan dan kebersamaan langkah.

Melalui pendekatan komunikasi yang terbuka dan bermakna, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya dilihat dari indikator ekonomi dan fisik, tetapi juga dari kualitas relasi sosial antara pemangku kepentingan. Dalam konteks ini, kehadiran media menjadi lebih dari sekadar peliput peristiwa, tetapi juga penjaga nilai, mitra dialog, serta penggerak perubahan. Selama media tetap bersikap jujur, konstruktif, dan berpihak pada kebenaran, pemerintah akan selalu membuka diri terhadap kritik dan masukan.

Kegiatan olahraga sore bersama media di Persemaian Permanen Modern Hiu Putih bukan hanya menjadi agenda rutin tanpa makna, tetapi menjelma menjadi forum strategis yang mempererat simpul komunikasi antara pemerintah daerah dan insan pers. Di tengah perubahan zaman dan tantangan globalisasi informasi, pendekatan semacam ini menjadi fondasi penting dalam membangun sistem pemerintahan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kesejahteraan kolektif.

Kebersamaan yang dirajut dari ruang-ruang informal seperti ini membentuk energi baru untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih manusiawi, responsif, dan berakar kuat pada kebutuhan riil masyarakat. Bagi H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., dan seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, sinergi bersama media adalah langkah konkret menuju Kalimantan Tengah yang lebih terbuka, lebih sehat secara demokratis, dan lebih dekat dengan rakyat. (14 Juli 2025/adminwkp)

Komentar