GKE Melaksanakan Kegiatan HUT Perempuan se-GKE di Desa Hanua Ramang, Sinode GKE ; Sinergritas Perempuan GKE dalam sebagai Warga GKE

 

Pulang Pisau – Suasana religius dan penuh sukacita menyelimuti Desa Hanua Ramang, Kecamatan Bawan, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, saat ribuan perempuan-perempuan Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan berkumpul dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Perempuan GKE tahun 2025. Kegiatan besar ini berlangsung sejak pagi hingga siang hari pada Jumat (11/7/2025), dan menjadi momen yang sangat istimewa bagi seluruh jemaat yang hadir dalam semangat kebersamaan dan pelayanan.

Perayaan yang dipusatkan di halaman dan gedung gereja setempat dimulai dengan seremoni pembukaan yang berlangsung secara hikmat. Setelahnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ibadah bersama yang dipimpin oleh para pelayan firman dari lingkup GKE dan disambut antusias oleh seluruh peserta. Sesi ibadah ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk simbol kebersamaan dalam kasih dan pelayanan yang telah menjadi ciri khas perempuan-perempuan gereja dari generasi ke generasi.

Ketua Panitia HUT Perempuan GKE 2025, Pnt. Yusri Yuriastika, dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan akbar ini dilaksanakan berdasarkan Surat No.643/MPHS-GKE/KPPer/04/2025 perihal Permohonan Menjadi Tempat Pelaksana Kegiatan Perayaan Hari Perempuan GKE Tahun 2025 yang ditetapkan oleh Majelis Pusat Harian Sinode GKE. Persiapan dilakukan sejak awal tahun melalui koordinasi intensif antar jemaat se-Kawasan Resort Hanua-Ramang, serta dukungan dari berbagai pihak dalam lingkup gereja.

Adapun total dana yang digunakan untuk menyelenggarakan perayaan tersebut mencapai Rp78.500.000,- (Tujuh Puluh Delapan Juta Lima Ratus Ribu Rupiah), yang bersumber dari Dana Majelis Sinode GKE sebesar Rp28.250.000,- dan kontribusi aktif dari seluruh SPPer tiap jemaat di kawasan Resort Hanua-Ramang melalui kegiatan lelang suara sebesar Rp50.250.000,-. Pendanaan yang berasal dari hasil gotong royong ini menjadi cerminan semangat solidaritas dan kepedulian yang terus hidup di tengah-tengah tubuh GKE.

Dalam sambutannya, Majelis Pekerja Harian Resort (MPH) GKE Hanua-Ramang, Pnt. Mulia Timang, menyampaikan bahwa perayaan HUT Perempuan GKE tahun ini tidak hanya menjadi momentum peringatan secara seremonial, melainkan juga sebagai refleksi dan penguatan iman seluruh kaum perempuan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Ia menegaskan bahwa perempuan-perempuan GKE selama ini telah menjadi pilar penting dalam kehidupan rohani jemaat melalui doa yang tidak putus, iman yang kokoh, serta komitmen dalam menggerakkan berbagai bidang pelayanan di tengah tantangan zaman yang kian kompleks.

Lebih lanjut, Pnt. Mulia Timang berharap agar semangat dalam memperingati HUT ini mampu menumbuhkan tekad untuk terus memperbaharui hidup dalam doa dan pengabdian, serta membentuk karakter perempuan gereja yang tangguh dalam melaksanakan kehendak Tuhan. Ia mengajak seluruh perempuan GKE untuk tetap menjadi mitra sejajar dalam pelayanan, baik di dalam rumah tangga, gereja, maupun masyarakat luas.

Perayaan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Umum Majelis Sinode GKE, Pdt. Dr. Simpon F. Lion,S.Th., M.Th., yang memberikan arahan dan penguatan iman kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam penyampaiannya, Pdt. Simpon menekankan bahwa perempuan-perempuan gereja harus tetap bijak dan menjadi teladan, baik bagi suami, anak-anak, maupun komunitas tempat mereka berada. Kebijaksanaan dan karakter yang kuat dari kaum ibu adalah tiang utama dalam membangun keluarga yang kokoh, masyarakat yang harmonis, serta gereja yang hidup dan penuh kasih.

Turut hadir pula Sekretaris Umum Majelis Sinode GKE, Pdt. Satria, S.Th., M.A.P., yang menyaksikan langsung antusiasme luar biasa dari peserta yang datang dari berbagai daerah, mulai dari Palangka Raya, Kapuas, Gunung Mas, Barito Timur, hingga Murung Raya dan wilayah pesisir Kalimantan Selatan. Kehadiran tokoh-tokoh sinode ini memberikan semangat tersendiri bagi jemaat perempuan yang selama ini aktif menghidupkan pelayanan lokal di tingkat basis jemaat.

Peringatan HUT Perempuan GKE tahun 2025 ini juga dipenuhi berbagai kegiatan tambahan yang melibatkan anak-anak, remaja, dan kaum lansia. Beberapa sesi edukatif dan diskusi kelompok kecil dilakukan usai ibadah sebagai wadah penguatan spiritual dan kebersamaan lintas generasi. Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan kemeriahan rohani, tetapi juga menjadi simbol keterpaduan perempuan GKE dalam menjawab dinamika zaman melalui keteladanan dan kesederhanaan yang nyata dalam tindakan.

Di tengah semarak kegiatan, suasana kekeluargaan begitu kental terasa. Saling berbagi makanan, tawa, doa, dan pelukan hangat menjadi bagian dari narasi besar bahwa gereja sebagai tubuh Kristus terus hidup dan bergerak dalam kasih yang inklusif. Perempuan-perempuan yang hadir tampil dalam berbagai busana adat dan kebaya khas daerah masing-masing, menambah warna lokalitas dan kekayaan budaya yang mewarnai semangat kebersamaan dalam Kristus.

Peringatan ini juga menjadi ajang pertemuan dan konsolidasi antar komunitas perempuan gereja, khususnya dalam merespon isu-isu aktual yang dihadapi perempuan masa kini, baik terkait peran sosial, ekonomi, pendidikan, maupun penguatan peran perempuan dalam kepemimpinan gerejawi. Diharapkan hasil-hasil pertemuan informal dan jejaring antar jemaat ini dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kolaborasi program antarwilayah, peningkatan kapasitas sumber daya perempuan, serta advokasi berbasis iman terhadap perlindungan perempuan dan anak.

Ke depan, Majelis Sinode GKE merencanakan agar perayaan HUT Perempuan GKE tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga dijadikan sebagai forum strategis dalam menyalurkan suara dan aspirasi perempuan-perempuan gereja kepada struktur kepemimpinan sinode, baik dalam bentuk rekomendasi kebijakan maupun arah pelayanan ke depan. Semangat yang terbangun dalam kegiatan kali ini diyakini menjadi pondasi kuat untuk menjaga integritas dan keberlangsungan pelayanan perempuan di tengah tantangan perubahan zaman.

Rangkaian kegiatan ditutup secara resmi pada siang hari setelah seluruh peserta mengikuti sesi doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan Majelis Resort. Seluruh jemaat kemudian meninggalkan lokasi acara dengan penuh sukacita, membawa pesan kasih dan keteladanan perempuan-perempuan bijak dan cantik GKE ke dalam kehidupan sehari-hari di wilayah masing-masing.

(12 Juli 2025/adminwkp)

 

Komentar