Gereja Kalimantan Evangelis Tercatat Sebagai Salah Satu Organisasi Gereja Terbesar di Kalimantan, MPH Sinode GKE Tegaskan Komitmen Pelayanan

Palangka Raya — Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) menegaskan eksistensinya sebagai salah satu organisasi gereja terbesar dan paling berpengaruh di wilayah Kalimantan. Berdasarkan data resmi dari Almanak Nasional GKE 2025 dan situs resmi GKE, jumlah resort yang tercatat mencapai 131 unit. Secara keseluruhan, populasi jiwa yang terdata sebagai anggota aktif GKE mencapai 380.093 orang, menempatkan lembaga ini sebagai kekuatan rohani dan sosial yang signifikan di kawasan tengah dan timur Indonesia.

Dalam hal struktur pelayanan, GKE memiliki jajaran penatua sebanyak 9.620 orang dan diakon berjumlah 8.613 orang. Jumlah guru sekolah minggu tercatat 2.569 orang, yang menggambarkan komitmen kuat gereja dalam pelayanan anak dan pendidikan iman sejak usia dini. Selain itu, GKE didukung oleh 1.418 orang pekerja gereja yang tersebar di berbagai unit pelayanan dan administrasi gerejawi. Wilayah pelayanan GKE terbentang luas meliputi lima provinsi utama di Pulau Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. GKE juga memiliki perluasan pelayanan di luar pulau, termasuk DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Surabaya.

Ketua Umum Majelis Sinode GKE, Pdt. Dr. Simpon F. Lion, S.Th., M.Th., dalam pernyataan terbarunya menyatakan bahwa keberadaan GKE hari ini merupakan hasil dari sejarah panjang pelayanan injili dan pertumbuhan organik gereja yang menjawab konteks lokal serta dinamika sosial masyarakat Dayak. Ia menekankan bahwa GKE tidak sekadar hadir sebagai institusi keagamaan, melainkan juga sebagai mitra pembangunan yang aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam lingkup kemitraan, GKE telah menjalin relasi kelembagaan yang luas, baik secara nasional maupun internasional. Di tingkat nasional, GKE adalah salah satu pendiri Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sejak 25 Mei 1950, dan hingga kini aktif sebagai anggota tetap dalam berbagai forum oikumenis. Di bidang akademik dan kelembagaan, GKE bermitra dengan berbagai universitas dan sekolah teologi ternama seperti Universitas Kristen Palangka Raya (UKPR), Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Palangka Raya (UPR), Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STT Jakarta), Institut Injil Indonesia (I-3), dan Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya.

Kehadiran GKE dalam jejaring global juga tampak dari keterlibatannya dalam lembaga-lembaga internasional seperti Dewan Gereja-Gereja Sedunia (WCC), World Communion of Reformed Churches (WCRC), Christian Conference of Asia (CCA), United Evangelical Mission (UEM), Mission 21 (M21), serta berbagai lembaga mitra pelayanan lainnya dari Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, dan Swiss. GKE juga bekerja sama erat dengan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), Badan Penerbit Kristen Gunung Mulia (BPK GM), Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen di Indonesia (JK-LPK), Persatuan Pelayanan Kristen untuk Kesehatan di Indonesia (PELKESI), dan berbagai yayasan pelayanan di tingkat nasional.

Dari sisi struktur kepemimpinan, Majelis Sinode GKE memiliki tiga organ utama yang menjalankan fungsi pengawasan, pertimbangan, dan eksekusi pelayanan, yakni Majelis Pertimbangan (MP), Badan Pengawas Perbendaharaan (BPP), dan Majelis Pekerja Harian (MPH). Saat ini, MP dipimpin oleh Pdt. Em. Dominic Petrus Jarob, S.Th. sebagai Ketua, dengan Dr. (H.C.) Agustin Teras Narang, S.H., M.H. sebagai Wakil Ketua. Sekretaris MP dijabat oleh Pdt. Em. Dr. Wardinan S. Lidim, S.Th., M.Th., sedangkan anggota terdiri dari para tokoh senior seperti Pdt. Em. Drs. J.F. Simanjuntak, M.Th. dan Pdt. Em. Drs. Tawar Soewardji, M.Th.

BPP sebagai badan pengawasan keuangan dipimpin oleh Sarino S. Garang, S.H. sebagai Ketua, Drs. Edison Simanjuntak, M.M sebagai Wakil Ketua, Alpina Kinjat, S.Sos sebagai Sekretaris, serta anggota yang terdiri dari Hardeman, S.E., M.Si. dan Dr. Fitria Husnatarina, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA., ACPA., SCL. Sementara itu, Majelis Pekerja Harian diketuai oleh Pdt. Dr. Simpon F. Lion, S.Th., M.Th. sebagai Ketua Umum, dibantu oleh Pdt. Dr. Kinurung Maleh, S.Th., M.Th., M.A., D.Th. sebagai Wakil Ketua Umum, dan Pdt. Satria, S.Th., M.A.P. sebagai Sekretaris Umum.

Komposisi kepemimpinan Majelis Sinode GKE saat ini juga mencakup para ketua bidang dan anggota fungsional dari berbagai disiplin ilmu dan latar belakang profesional. Di antaranya adalah Dr. Ampera A. Y. Mebas, S.E., M.M., M.Th., M.H. sebagai Ketua II, Ir. Leonard S. Ampung, M.M., M.T. sebagai Ketua IV, serta tokoh lain seperti Dr. Usis I. Sangkai, S.Hut., M.Si., Pdt. Dr. Analita Migang, S.Th., M.Div., M.Th., M.Pd.K., dan Dr. Ir. Rawing Rambang, M.P. sebagai bagian dari unsur pelaksana strategis.

Dalam pandangan Pdt. Dr. Simpon F. Lion, S.Th., M.Th., GKE ke depan akan terus memperkuat identitasnya sebagai gereja berbasis budaya Dayak, namun tetap terbuka pada dialog lintas iman dan kolaborasi internasional. Ia menegaskan bahwa arah pelayanan ke depan akan berfokus pada penguatan kapasitas jemaat, peningkatan literasi teologis, pelayanan anak dan pemuda, serta pembangunan digitalisasi pelayanan di seluruh tingkatan resort dan jemaat. Peningkatan pelayanan berbasis data, evaluasi berkelanjutan, dan keberpihakan terhadap kelompok rentan menjadi prioritas yang tidak dapat ditunda.

Dengan jumlah jemaat yang tersebar luas, struktur organisasi yang sistematis, serta jaringan kemitraan yang melintasi batas-batas regional, Gereja Kalimantan Evangelis menempati posisi strategis sebagai pilar moral, spiritual, dan sosial di tengah dinamika masyarakat Kalimantan. Usia panjang pelayanan yang telah melewati 186 tahun menjadi bukti bahwa GKE tidak hanya hadir sebagai warisan sejarah, tetapi juga sebagai kekuatan hidup yang terus berkembang menjawab tantangan zaman.

(10 Juli 2025/adminwkp)

Komentar