Dinas Pendidikan Kalteng Luncurkan Program PHTC 2025, Akselerasi Mutu Pendidikan Menuju Indonesia Emas
![]() |
| Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, S.IP., M.P.A. |
PALANGKA RAYA — Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Pendidikan 2025, sebagai bentuk komitmen konkret dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Bumi Tambun Bungai. Program ini menjadi salah satu langkah strategis daerah untuk menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045, yang menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, S.IP., M.P.A., menyampaikan bahwa PHTC merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., yang menekankan urgensi percepatan reformasi pendidikan demi mewujudkan SDM unggul, produktif, dan berdaya saing. “Program PHTC 2025 difokuskan pada dua hal utama, yaitu revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran. Keduanya ditujukan untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di wilayah pelosok,” ujarnya dalam konferensi pers, Minggu (27/7/2025).
Ia menekankan bahwa kualitas pendidikan tidak akan tumbuh tanpa dukungan bersama seluruh pemangku kepentingan. Reza menyebut bahwa semangat kolaborasi lintas sektor menjadi prasyarat utama dalam menyukseskan akselerasi yang diusung oleh PHTC. “Saat ini yang dibutuhkan adalah kerja bersama. Revitalisasi dan digitalisasi pembelajaran sangat penting dalam membangun mutu pendidikan dan mencetak SDM unggul,” tegasnya.
Revitalisasi sekolah dalam Program PHTC mencakup perbaikan infrastruktur fisik yang layak, pembaruan fasilitas pembelajaran seperti laboratorium, perpustakaan, dan teknologi pendidikan, serta pelatihan berkelanjutan bagi tenaga pendidik. Upaya ini juga selaras dengan program nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah merevitalisasi 10.440 sekolah di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari pemetaan ketimpangan akses pendidikan berkualitas di berbagai daerah.
Selain itu, komponen digitalisasi pembelajaran menjadi fokus transformasi utama. Teknologi pendidikan akan diintegrasikan dalam proses belajar-mengajar melalui platform pembelajaran daring, sistem manajemen kelas digital, serta optimalisasi perangkat pendukung seperti tablet dan komputer. Digitalisasi ini dirancang untuk menjangkau peserta didik di wilayah terpencil secara merata, memungkinkan fleksibilitas waktu belajar, menghadirkan metode interaktif yang inovatif, dan pada saat yang sama, mengurangi beban biaya pendidikan konvensional.
Reza menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar adaptasi dari tren global, namun merupakan jawaban atas tantangan lokal yang membutuhkan solusi kontekstual berbasis inovasi. Ia menambahkan bahwa Dinas Pendidikan telah melakukan pemetaan sekolah prioritas, menyiapkan tim teknis untuk pendampingan pelaksanaan, serta merancang indikator capaian berbasis kuantitatif guna memastikan keberhasilan program.
Peluncuran PHTC 2025 disambut antusias oleh kepala sekolah, guru, tokoh masyarakat, serta unsur legislatif yang hadir dalam agenda tersebut. Pemerintah provinsi menegaskan bahwa program ini tidak bersifat seremonial, melainkan aksi nyata yang akan dimonitor secara berkala melalui laporan kinerja, audit mutu pendidikan, dan asesmen digitalisasi pembelajaran secara daring.
Harapannya, implementasi PHTC akan menjadi model replikasi bagi kabupaten/kota lain di Kalimantan Tengah, menciptakan ekosistem pendidikan yang progresif dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Visi besar Indonesia Emas 2045, menurut Reza, hanya dapat dicapai bila dimulai dari reformasi pendidikan di daerah. “Kami yakin Kalimantan Tengah mampu menjadi contoh pembangunan pendidikan berbasis kualitas dan keadilan akses,” pungkasnya.
(Senin, 29 Juli 2025/adminwkp)



Komentar
Posting Komentar