Lomba Band Rohani Pekan Olahraga dan Seni XV GKE Se-Kota Palangka Raya Tuai Apresiasi, Dosen IAKN: Momentum Ekspresi Iman dan Talenta
| Ps. Dr. Kilat Kasanang, S.Pd., M.Th. sebagai Dewan Juri |
PALANGKA RAYA — Gelaran Lomba Band Rohani dalam rangka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) ke-XV Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Se-Kota Palangka Raya berlangsung meriah dan sarat makna. Lebih dari 200 penonton memadati lokasi acara untuk menyaksikan penampilan dari lebih 10 kontingen yang menampilkan harmoni musik rohani penuh semangat dan nilai spiritualitas. Kegiatan ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang ekspresi iman yang mempertemukan generasi muda lintas jemaat dalam semangat kebersamaan.
Salah satu tokoh yang memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini adalah dosen Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya sekaligus juri lomba, Ps. Dr. Kilat Kasanang, S.Pd., M.Th. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa lomba band rohani tidak hanya mengedepankan aspek musikalitas, tetapi juga menyuarakan pesan-pesan keimanan yang membangun dan menguatkan jemaat, khususnya generasi muda.
“Ini bukan sekadar lomba seni musik, tetapi juga bentuk nyata bagaimana anak-anak muda menyatakan iman melalui kreativitas. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana musik menjadi media penginjilan yang segar dan kontekstual,” ujar Ps. Dr. Kilat Kasanang, S.Pd., M.Th., di sela-sela proses penjurian. Ia mengaku terkesan atas kualitas penampilan para peserta yang dinilai memiliki daya musikal tinggi, pemilihan lirik yang membangun rohani, serta penguasaan panggung yang luar biasa.
Lebih lanjut, Dr. Kilat juga menilai bahwa kegiatan seperti ini mampu membangun semangat pelayanan yang inklusif dan membentuk karakter rohani yang kuat pada generasi muda Kristen di Kota Palangka Raya. Melalui ajang ini, para peserta tidak hanya diuji secara teknik musikal, tetapi juga dimotivasi untuk merenungkan pesan-pesan kasih, pengharapan, dan pertobatan dalam setiap lagu yang dibawakan.
Porseni ke-XV GKE Se-Kota Palangka Raya ini menjadi bagian penting dalam kalender kegiatan rutin gereja-gereja GKE, di mana lomba seni dan olahraga berjalan beriringan sebagai sarana pembinaan iman dan solidaritas. Selain lomba band rohani, terdapat juga sejumlah cabang perlombaan lain seperti Tembak tutus, CCA, baca indah surat barasih rohani, hingga cabang olahraga bola voli dan hingga permainan Tradisional yang turut mewarnai kemeriahan pekan ini.
Ketua panitia pelaksana, Dkn. Hendra Toendan, S.T. menyampaikan bahwa tahun ini antusiasme peserta dan jemaat meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini ditandai bukan hanya dari jumlah peserta yang bertambah, tetapi juga semangat kolaboratif antar jemaat GKE yang semakin kuat. Menurutnya, lomba band rohani menjadi salah satu titik perhatian karena menghadirkan nuansa ibadah dalam balutan seni modern.
“Kami berharap kegiatan seperti ini terus didukung karena terbukti mampu menggerakkan semangat anak muda untuk terlibat aktif dalam pelayanan melalui seni,” ungkap panitia saat penutupan lomba. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat, termasuk juri, pemusik pendamping, panitia lokal, dan seluruh jemaat yang hadir dan mendukung secara aktif. ujarnya
Sebagai juri, Dr. Kilat juga memberikan catatan positif bahwa seluruh peserta menunjukkan potensi besar yang dapat terus dikembangkan. Ia mendorong agar hasil dari kegiatan ini menjadi titik awal pembinaan seni rohani yang berkelanjutan, baik di dalam gereja maupun di ruang publik. “Musik rohani harus terus hidup di tengah masyarakat Kristen sebagai suara iman yang membebaskan dan menyembuhkan,” tutupnya.
(Rabu, 30 Juli 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar