BPBD Palangka Raya Gelar Edukasi Mitigasi Bencana Bagi Peserta Didik Baru Saat MPLS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4014714/original/083098000_1651809262-6334076.jpg)
Palangka Raya — Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan generasi muda terhadap potensi bencana alam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya melaksanakan kegiatan edukasi mitigasi bencana di sejumlah sekolah menengah pertama sebagai bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025. Program ini menyasar peserta didik baru yang tengah memasuki lingkungan sekolah baru dan dinilai sebagai momen strategis untuk menanamkan pengetahuan kebencanaan sejak dini.
Kegiatan edukatif ini dipimpin oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, S.Sos., M.A.P. Ia menjelaskan bahwa sosialisasi ini dilaksanakan atas dasar permintaan resmi dari pihak sekolah, yang ingin agar pemahaman mengenai kebencanaan menjadi bagian penting dari MPLS. Beberapa sekolah yang telah difasilitasi antara lain SMP Negeri 9 Palangka Raya, SMP Muhammadiyah Palangka Raya, dan SMP Negeri 11 Palangka Raya.
Menurut Heri Pauzi, kebijakan ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara institusi pendidikan dan BPBD dalam upaya membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana sejak jenjang pendidikan dasar. "Sosialisasi ini kami lakukan berdasarkan permintaan dari sekolah-sekolah yang ingin memasukkan materi kebencanaan ke dalam kegiatan MPLS. Ini menjadi sinyal positif bahwa dunia pendidikan semakin menyadari pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana,” ujar Heri, Jumat (11/7/2025).
Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi pemahaman dasar tentang berbagai jenis bencana seperti kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, gempa bumi, hingga potensi cuaca ekstrem. Selain itu, dijelaskan pula konsep mitigasi bencana yang mencakup upaya sistematis dalam mengurangi dampak bencana, baik melalui pembangunan fisik, peningkatan kesadaran, maupun peningkatan kapasitas individu dan kelompok.
"Mitigasi bencana merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi risiko bencana. Hal ini bisa dilakukan melalui pembangunan fisik, peningkatan kesadaran, serta peningkatan kapasitas individu maupun komunitas dalam menghadapi situasi darurat,” jelas Heri. Ia menambahkan bahwa siswa perlu dibekali pengetahuan tersebut agar mampu bersikap cepat dan tepat dalam mengambil keputusan saat terjadi situasi darurat di lingkungan sekolah maupun tempat tinggal.
Dalam pelaksanaannya, tim BPBD Kota Palangka Raya menggunakan metode interaktif agar para siswa dapat lebih mudah memahami materi. Sesi pemaparan materi dilanjutkan dengan simulasi evakuasi dan diskusi, di mana para siswa dilibatkan aktif dalam menjawab pertanyaan serta mempraktikkan tindakan tanggap darurat. Pendekatan ini bertujuan tidak hanya memberikan wawasan teoritis, tetapi juga membentuk keterampilan praktis yang berguna dalam kondisi sesungguhnya.
Antusiasme para siswa pun terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti sesi demi sesi secara saksama dan menunjukkan partisipasi aktif dalam kegiatan tanya jawab serta simulasi. Heri menyampaikan rasa apresiasinya terhadap semangat para pelajar, yang dinilainya sebagai bukti bahwa generasi muda Kota Palangka Raya memiliki kesadaran awal akan pentingnya kesiapsiagaan bencana.
“Alhamdulillah, para pelajar di tiga sekolah tersebut cukup antusias dan semangat mengikuti kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi kebencanaan sangat tepat sasaran jika dilakukan sejak dini,” tutur Heri.
Lebih lanjut, BPBD Kota Palangka Raya menargetkan agar kegiatan serupa dapat menjangkau lebih banyak sekolah dalam waktu mendatang. Saat ini, pihaknya telah menyusun jadwal lanjutan edukasi ke sekolah-sekolah lain di berbagai wilayah kecamatan. Heri berharap setiap sekolah menjadikan materi mitigasi bencana sebagai bagian dari kurikulum MPLS tahunan, mengingat potensi ancaman bencana di wilayah Kalimantan Tengah yang cukup tinggi, terutama saat musim kemarau yang rawan karhutla.
Pendidikan kebencanaan sejak dini menjadi salah satu pilar penting dalam membentuk masyarakat tangguh bencana. Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mendorong penerapan program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB), yang secara sistematis mengintegrasikan aspek kebencanaan ke dalam tata kelola pendidikan.
Kota Palangka Raya sendiri secara geografis terletak di kawasan yang memiliki potensi bencana cukup kompleks. Setiap tahun, wilayah ini menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan yang berdampak pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Selain itu, pada musim hujan, sejumlah wilayah di pinggiran kota kerap dilanda banjir akibat luapan anak sungai atau drainase yang tersumbat. Karena itu, keterlibatan peserta didik sebagai bagian dari komunitas sekolah yang sadar bencana menjadi sebuah keharusan.
Melalui kegiatan ini, BPBD berharap agar para siswa tidak hanya memahami teori tentang kebencanaan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Heri menuturkan, pelajar yang dibekali pengetahuan dan keterampilan mitigasi bisa menularkan kesadaran tersebut kepada teman, keluarga, dan masyarakat luas.
"Pelajar adalah aset masa depan. Ketika mereka dibekali sejak awal dengan pemahaman kebencanaan, maka mereka akan tumbuh sebagai generasi yang tangguh dan siap menghadapi berbagai tantangan alam maupun nonalam," ujarnya.
Sementara itu, beberapa pihak sekolah yang menerima edukasi ini menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kota Palangka Raya atas respons dan kerja sama yang baik. Mereka berharap pelatihan ini bisa menjadi agenda rutin dan disesuaikan dengan kebutuhan tiap sekolah, seperti menyesuaikan jenis bencana dominan di lokasi sekolah masing-masing.
Sebagai bagian dari program berkelanjutan, BPBD juga berencana mengembangkan materi edukasi kebencanaan berbasis digital yang dapat diakses oleh guru dan siswa secara daring. Hal ini sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi serta perluasan jangkauan informasi ke seluruh lapisan masyarakat pendidikan di Palangka Raya.
Kegiatan edukasi mitigasi bencana yang dilakukan oleh BPBD Kota Palangka Raya pada tahun ajaran 2025 ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat ketahanan masyarakat mulai dari lingkungan sekolah. Ke depan, sinergi antara lembaga penanggulangan bencana, institusi pendidikan, dan masyarakat luas diharapkan terus ditingkatkan demi mewujudkan Kota Palangka Raya yang aman dan tangguh terhadap bencana.
(12 Juli 2025/adminwkp)


Komentar
Posting Komentar