Ayam Petelur Afkir Aman Dikonsumsi, Alternatif Sumber Protein Terjangkau di Palangka Raya

 Apa Yang Membuat Ayam Broiler Cepat Besar: Fakta dan Mitos Terungkap

PALANGKA RAYA — Ayam petelur afkir atau ayam petelur yang sudah tidak lagi produktif kini semakin banyak dimanfaatkan sebagai sumber pangan alternatif oleh masyarakat Kota Palangka Raya. Meski usia ayam tergolong tua dan tekstur dagingnya lebih keras dibanding ayam pedaging, namun ayam afkir tetap mengandung gizi tinggi serta aman untuk dikonsumsi asalkan melalui proses pemotongan dan pengolahan yang higienis.

Secara umum, ayam afkir merupakan ayam betina yang telah melewati masa puncak produksi telur, biasanya berumur di atas 1,5 tahun. Setelah tidak lagi efisien secara ekonomi sebagai penghasil telur, ayam-ayam ini dijual ke pasar untuk dikonsumsi. Di pasar tradisional Palangka Raya, ayam jenis ini mudah ditemukan dan dijual dengan harga lebih murah dibanding ayam broiler, sehingga menjadi pilihan ekonomis bagi keluarga yang ingin memenuhi kebutuhan protein hewani.

Menurut kalangan peternak dan pelaku kuliner, daging ayam afkir cocok diolah dalam bentuk masakan berkuah atau yang dimasak dalam waktu lama seperti rendang, soto, opor, hingga ayam presto. Proses memasak yang memanfaatkan suhu dan waktu secara intensif mampu melunakkan tekstur daging sekaligus mengeluarkan rasa gurih alami dari lemak dan tulang ayam yang sudah matang. Selain itu, bagian kerangka dan tulangnya banyak digunakan untuk membuat kaldu yang pekat dan kaya rasa, sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar sup maupun mie ayam.

Kandungan gizi ayam petelur afkir tetap tinggi, antara lain protein, zat besi, dan vitamin B kompleks yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh. Meski kadar lemaknya lebih rendah dibanding ayam pedaging, nilai gizinya cukup ideal untuk dikonsumsi semua kalangan, termasuk anak-anak dan lansia. Hal ini membuat ayam afkir menjadi alternatif bergizi sekaligus ekonomis, terlebih di tengah fluktuasi harga daging ayam potong.

Meski demikian, aspek kebersihan dalam proses pemotongan menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. Ayam harus disembelih di tempat yang memenuhi standar kesehatan dan diawasi petugas yang memahami prosedur higienis. Penanganan pasca pemotongan seperti pencucian dan penyimpanan juga berpengaruh terhadap keamanan konsumsi.

Pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya terus mengedukasi masyarakat tentang manfaat ayam afkir sebagai alternatif protein hewani yang aman dan bergizi. Masyarakat juga diimbau untuk membeli ayam dari penjual yang terpercaya, serta memasak hingga benar-benar matang guna mencegah potensi paparan bakteri.

Melalui pendekatan gizi, ekonomi, dan kelestarian sumber daya ternak, pemanfaatan ayam petelur afkir menjadi langkah tepat dalam mendukung ketahanan pangan lokal dan pemberdayaan sektor peternakan. Ayam yang semula dianggap tidak berguna setelah tidak bertelur, kini kembali berperan penting dalam piring makan masyarakat.

(Rabu, 30 Juli 2025/adminwkp)

Komentar