Ahli Biologi Tegaskan Sebagian Besar Laba-Laba Tidak Berbahaya bagi Manusia

 LABA-LABA SEBAGAI PREDATOR SAHABAT UNTUK PETANI | Dinas Pertanian

PALANGKA RAYA — Laba-laba kerap menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat akibat bentuk tubuhnya yang unik serta kemampuannya mengeluarkan jaring. Namun menurut para ahli biologi, ketakutan tersebut kerap disebabkan kesalahpahaman, karena mayoritas spesies laba-laba justru tidak berbahaya dan memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem.

Peneliti bidang biologi menjelaskan bahwa hanya sebagian kecil dari ribuan spesies laba-laba di dunia yang memiliki bisa cukup kuat untuk menimbulkan dampak signifikan pada tubuh manusia. Dua jenis yang sering disebut berbahaya adalah Black Widow (Latrodectus mactans) dan Brown Recluse (Loxosceles reclusa), namun kedua jenis ini dominan ditemukan di wilayah Amerika dan sangat jarang dijumpai di Indonesia.

Di Indonesia sendiri, sebagian besar laba-laba yang biasa terlihat di lingkungan rumah, kebun, atau taman merupakan spesies jinak. Gigitan mereka, jika terjadi, umumnya menimbulkan reaksi ringan yang menyerupai iritasi akibat gigitan nyamuk atau semut. Oleh karena itu, tidak semua perjumpaan antara manusia dan laba-laba harus menimbulkan kepanikan.

Salah satu dosen biologi Universitas Palangka Raya, menegaskan bahwa masyarakat perlu mendapatkan edukasi berbasis sains agar tidak mudah termakan mitos atau informasi keliru terkait hewan arthropoda ini. Menurutnya, laba-laba justru membantu mengendalikan populasi serangga pengganggu, seperti nyamuk, lalat, dan berbagai jenis hama kecil lainnya yang berpotensi membawa penyakit.

Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati, terutama bila mengalami reaksi parah setelah tergigit. Gejala seperti bengkak ekstrem, demam tinggi, atau sesak napas perlu segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan medis. Kenali jenis laba-laba yang sering terlihat di sekitar lingkungan untuk menghindari panik berlebihan serta memperkuat pemahaman tentang keberagaman makhluk hidup.

(Rabu, 30 Juli 2025/adminwkp)

Komentar