Bedah Buku “August Narang, Pedagang Membawa Terang” Warnai Peringatan HUT GKE ke-186, Tegaskan Peran Kritis dalam Spiritualitas dan Kemandirian Gereja

Palangka Raya — Suasana penuh refleksi dan penghormatan menyelimuti Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Sakatik, Kota Palangka Raya, saat diselenggarakannya acara Bedah Buku “August Narang, Pedagang Membawa Terang” yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gereja Kalimantan Evangelis ke-186 tahun. Kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh rohaniwan, akademisi, serta jemaat dari berbagai wilayah pelayanan GKE, baik yang hadir langsung di lokasi maupun yang mengikuti secara daring melalui siaran live streaming. Buku ini tidak hanya menarasikan perjalanan historis tokoh August Narang sebagai seorang pedagang dan pelayan jemaat, namun juga mempertegas nilai-nilai kekristenan kontekstual dan perjuangan iman yang menyatu dalam kehidupan masyarakat Dayak.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Majelis Sinode GKE, Pdt. Dr. Simpon F. Lion, S.Th., M.Th., yang menyatakan bahwa buku ini hadir pada momentum yang sangat tepat sebagai pengingat akan kontribusi penting keluarga Narang dalam pertumbuhan GKE sebagai lembaga keagamaan yang berdikari secara spiritual dan sosial. Ia menekankan bahwa August Narang bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga saksi iman yang membawa terang melalui pekerjaan, pelayanan, dan kesaksian hidup yang menyatu dalam kehidupan komunitas.

Sekretaris Umum Majelis Sinode GKE sekaligus Ketua Panitia HUT GKE ke-186, Pdt. Satria, S.Th., M.A.P., menambahkan bahwa bedah buku ini merupakan bagian dari revitalisasi narasi sejarah gereja, agar generasi kini dan mendatang mampu membaca kembali jejak iman, perjuangan, dan keteladanan yang dapat diteladani dalam pelayanan masa kini. Ia menyatakan bahwa buku ini memiliki fungsi edukatif dan inspiratif, terutama dalam membangun semangat pelayanan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks dan cepat berubah.

Buku karya Pdt. Dr. Marko Mahin, S.Th., M.A., yang berjudul “August Narang, Pedagang Membawa Terang” mengangkat kisah seorang tokoh lokal Kalimantan yang melalui perdagangan dan pelayanan aktif di lingkungan gereja berhasil menyinergikan nilai-nilai kekristenan, kemandirian ekonomi, dan penguatan identitas Dayak Kristen. Dalam sesi bedah buku, hadir sebagai para penanggap terkemuka seperti Pdt. Em. Alexandra Binti, M.Th (Dosen Sekolah Tinggi Teologi, Gereja Kalimantan Evangelis), Prof. Dr. Ir. Salampak Dohong, M.S (Rektor Universitas Palangka Raya)., Dr. Telhalia G. Ambung, M.Th., D.Th., (Rektor Institut Agama Kristen Palangka Raya) serta Dr. Kisno Hadi, S.IP., M.Si (Dosen Universitas Kristen Palangka Raya). Keempat penanggap memberikan perspektif multidisipliner yang memperkaya diskursus tentang peran umat Kristen dalam dinamika sosial dan sejarah daerah serta dalam Acara ini juga hadir Rektor Universitas Kristen Palangka Raya, Prof. Dr. Drs. Joni Bungai, M.Pd..

Prof. Dr. Salampak Dohong menekankan pentingnya perspektif lokal dalam historiografi gereja, dan bagaimana kisah August Narang merepresentasikan upaya mengangkat identitas Dayak dalam pelayanan gereja secara mandiri. Sedangkan Pdt. Alexandra Binti menggambarkan bagaimana August Narang secara praktis telah menjalankan pelayanan lintas dimensi — ekonomi, sosial, dan iman — yang menjadi representasi nyata dari teologi pelayanan yang membumi.

Sementara itu, Dr. Telhalia G. Ambung menyampaikan bahwa buku ini berfungsi sebagai dokumen budaya gerejawi yang memiliki nilai edukatif tinggi, karena mengajarkan pentingnya integritas, ketekunan, serta kepemimpinan visioner dalam menjalani kehidupan sebagai bagian dari tubuh Kristus. Ia juga menyoroti relevansi buku tersebut dalam penguatan liturgi pelayanan dan pengkhotbahan kontekstual. Dr. Kisno Hadi dalam pandangannya lebih menyoroti pendekatan historis dan sosiologis dalam buku tersebut, serta bagaimana tokoh-tokoh lokal seperti August Narang perlu mendapatkan tempat dalam diskursus pendidikan agama dan pembangunan moral publik.

Salah satu tokoh penting yang turut hadir ialah Dr. Agustin Teras Narang, S.H., M.H., selaku Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Sinode GKE, Pembina KPRP Sinode GKE, dan mewakili Keluarga Besar Narang. Dalam sambutannya, Dr. Teras Narang menegaskan bahwa buku ini bukan sekadar biografi personal, melainkan cermin dari perjalanan iman dan perjuangan kolektif masyarakat Kristen Dayak. Ia menyampaikan harapan agar kisah August Narang menjadi sumber inspirasi lintas generasi dan lintas pelayanan, serta memperkuat posisi GKE sebagai gereja yang bertumbuh dalam akar budaya dan kontekstualitas pelayanan.

Kemitraan dari Transform-World Connection Indonesia (TCI) turut memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan ini. Keterlibatan organisasi ini menjadi bagian dari perluasan jejaring pelayanan GKE di tingkat nasional dan internasional. Partisipasi aktif jemaat GKE, baik secara fisik di GKE Sakatik maupun secara daring, menjadi bukti nyata bahwa refleksi atas sejarah dan pelayanan terus menjadi perhatian serius umat di tengah arus globalisasi.

Dalam konteks lebih luas, bedah buku ini memberikan sumbangan penting terhadap narasi besar gereja lokal sebagai aktor perubahan sosial. Kisah August Narang menegaskan bahwa spiritualitas bukan hanya urusan liturgis, melainkan menyatu dalam aktivitas ekonomi, relasi sosial, serta komitmen terhadap komunitas. Di usia GKE yang telah mencapai 186 tahun, momentum ini menjadi ajakan untuk kembali kepada akar pelayanan yang berfokus pada terang, pengharapan, dan kerja keras dalam menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Acara ditutup dengan penyerahan buku secara simbolis kepada para pimpinan gereja, lembaga pendidikan Kristen, serta perwakilan jemaat sebagai wujud distribusi literatur rohani yang bertanggung jawab. Penyelenggara menyampaikan bahwa buku ini akan didistribusikan ke seluruh wilayah pelayanan GKE dan menjadi bagian dari referensi pembelajaran di Sekolah Teologi Kristen. Melalui acara ini, GKE kembali menegaskan perannya sebagai gereja yang tidak hanya berkhotbah di mimbar, namun juga hadir nyata dalam karya, sejarah, dan peradaban masyarakat Dayak Kristen yang berlandaskan iman, kerja, dan kesaksian. (8 April 2025/adminwkp)

Komentar