Peringatan Hari Guru Nasional: Seruan Dr. Teras Narang untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

Anggota DPD RI dari Kalimantan Tengah dan Gubernur Kalimantan Tengah Periode 2005-2015, Dr. (H.C.) Agustin Teras Narang, S.H., M.H. (Dok. Teras Narang)

Pada momen peringatan Hari Guru Nasional, Anggota DPD RI dari Kalimantan Tengah, Dr. (H.C.) Agustin Teras Narang, S.H., M.H., yang juga pernah menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Tengah periode 2005-2015, mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk orangtua murid, siswa, dan mahasiswa, untuk bersama-sama meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Peringatan hari guru tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk bergotong royong menciptakan generasi yang berdaya saing dan berkarakter.

"Bersama juga mari meningkatkan standar moral, etika, budi pekerti yang luhur, di manapun kita berada. Mari kita bersama-sama bergerak, untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi yang sekarang berkembang pesat dengan secara arif dan bijaksana," ujar Teras Narang dalam sebuah kesempatan. Pernyataan ini menggambarkan pentingnya peran semua pihak dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek akademis tetapi juga pada pengembangan karakter dan etika peserta didik.

Teras Narang juga menekankan pentingnya peranan generasi muda, khususnya menjelang puncak bonus demografi yang diprediksi akan terjadi pada tahun 2030 mendatang. Pada periode tersebut, jumlah penduduk berusia produktif diperkirakan akan lebih banyak dibandingkan dengan penduduk non-produktif, yang menjadikan generasi muda sebagai aset yang sangat penting bagi pembangunan bangsa. “Oleh karena itu kita tidak boleh lalai. Pemerintah juga mesti berkomitmen dan konsisten dalam meningkatkan peran dan peranan guru, termasuk dengan memperhatikan sungguh kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Di sisi lain, Teras Narang menggarisbawahi perlunya memberikan proteksi kepada para guru dalam menjalankan tugas mereka. Menurutnya, perlindungan hukum yang memadai bagi para guru yang melakukan penegakan disiplin di sekolah sangat penting. Dengan adanya regulasi yang melindungi para pendidik, diharapkan tidak ada pihak yang mudah melakukan kriminalisasi terhadap guru-guru yang hanya menjalankan tugas untuk mendidik dan membimbing peserta didik.

“Memberikan jaminan hukum bagi para guru yang bekerja mendidik serta melakukan penegakan disiplin, sehingga diharapkan tidak setiap pihak bisa dengan begitu mudahnya melakukan kriminalisasi atas para guru. Perilaku demikian, hanya akan semakin memperburuk kondisi dunia pendidikan kita yang masih punya banyak tantangan,” tambahnya. Teras Narang menilai bahwa tindakan kriminalisasi terhadap guru tidak hanya merugikan pendidik itu sendiri tetapi juga dapat mengganggu kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa.

Teras Narang juga menyampaikan harapannya agar para guru terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas mereka di tengah perkembangan dunia. Ia mengingatkan bahwa pendidikan yang baik harus didukung oleh guru yang memiliki keterampilan mendidik yang tinggi, serta mampu mengadaptasi prinsip asah, asih, dan asuh dalam proses pembelajaran. "Saya juga mengharapkan agar para guru dengan tekun meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya di tengah perkembangan dunia. Termasuk meningkatkan keterampilan mendidik dengan prinsip asah, asih dan asuh, seturut perkembangan terkini tanpa harus kehilangan dimensi penegakan disiplin yang terukur dan dapat diterima anak didik," ujar Teras Narang.

Seruan Teras Narang ini mencerminkan kebutuhan untuk mengubah paradigma pendidikan yang lebih menyeluruh, di mana guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing yang berkompeten dalam membentuk karakter dan etika peserta didik. Dukungan terhadap para guru harus sejalan dengan upaya untuk menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Dalam konteks ini, Teras Narang juga mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah untuk terus berkolaborasi dalam memperkuat pendidikan di Indonesia. Peningkatan kualitas pendidikan yang berkelanjutan memerlukan peran aktif semua pihak, mulai dari pengambil kebijakan, lembaga pendidikan, hingga masyarakat. Momen Hari Guru Nasional diharapkan bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para guru, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya peran mereka dalam membentuk generasi penerus bangsa yang cerdas, bermoral, dan mampu bersaing di kancah global.

Dengan upaya bersama, diharapkan Indonesia dapat mewujudkan sistem pendidikan yang tidak hanya berkualitas secara akademis tetapi juga memperhatikan nilai-nilai moral dan etika yang luhur. Teras Narang menutup penyampaiannya dengan harapan agar guru-guru di Indonesia terus berinovasi dan bekerja keras untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada pembangunan karakter serta kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman.

Komentar