Ratusan Pelajar SD dan SMP Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

 

Ratusan pelajar dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) berpartisipasi dalam kegiatan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Acara yang meriah ini berlangsung di Swiss Bel-Hotel Danum Palangka Raya, dan dihadiri oleh peserta dari berbagai kabupaten dan kota di provinsi ini. Kegiatan festival ini dimeriahkan dengan berbagai lomba dan hadiah menarik, termasuk tropi dan uang pembinaan dari Balai Bahasa Kalimantan Tengah. Para pelajar berkesempatan untuk menunjukkan bakat dan keterampilan mereka dalam bidang bahasa dan sastra daerah.

Dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Muhammad Muis, menekankan pentingnya pelestarian bahasa daerah yang saat ini masih belum optimal. "Kita perlu perhatian bersama, khususnya dari Balai Bahasa Kalteng, agar bahasa daerah tetap lestari dan tidak punah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan minat dan ketertarikan generasi muda terhadap bahasa daerah," ujarnya pada Kamis, 31 Oktober 2024. Ia menambahkan, tanpa perhatian serius dari pemerintah daerah, bahasa ibu akan semakin luntur dan punah. Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Imam Budi Utomo, menjelaskan bahwa program ini telah dilaksanakan oleh Balai Bahasa sejak tahun 2021, dan Provinsi Kalimantan Tengah telah berpartisipasi sejak tahun 2022. "Program ini tidak hanya untuk melestarikan bahasa daerah, tetapi juga untuk mengembangkan bahasa daerah itu sendiri," ungkapnya.

Sebelum membuka Festival Tunas Bahasa Ibu, Plh. Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Provinsi Kalimantan Tengah, Akhmad Husain, membacakan sambutan dari Gubernur Kalteng. Ia berharap agar kegiatan yang berlangsung ini dapat berjalan dengan lancar. "Kita semua berharap Festival Tunas Bahasa Ibu Tingkat Provinsi Kalteng ini dapat lebih melestarikan bahasa ibu di Kalimantan Tengah," tambahnya. Selain itu, pemerintah provinsi berharap bahwa kegiatan FTBI ini dapat menjadi salah satu upaya revitalisasi bahasa daerah. Kegiatan ini diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yang kemudian dilanjutkan oleh Balai Bahasa di setiap daerah.

Dalam festival tersebut, para peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah berkompetisi dalam berbagai lomba, seperti karungut, mendongeng cerita rakyat, dan banyak lagi. Festival ini juga menampilkan ekshibisi budaya yang menonjolkan kekayaan bahasa dan sastra daerah, menciptakan suasana yang meriah dan penuh warna. Kegiatan ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap bahasa dan budaya lokal di kalangan generasi muda.

Komentar