Pertamax Semakin Diminati di Palangka Raya, SPBU Jalan Seth Adji Sering Kehabisan Stok di Jam Sibuk

Ilustrasi

Bahan bakar Pertamax semakin digemari masyarakat Palangka Raya, terutama bagi mereka yang menginginkan performa mesin kendaraan lebih baik dan emisi yang lebih ramah lingkungan. Lonjakan minat ini terlihat jelas di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kota tersebut, termasuk SPBU yang terletak di Jalan Seth Adji. Bahkan, menurut petugas di SPBU tersebut, Pertamax sering kali habis pada jam-jam sibuk akibat tingginya permintaan, baik dari kalangan pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.

Lonjakan permintaan terhadap Pertamax ini dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satu alasan utama adalah kesadaran masyarakat akan manfaat Pertamax dibandingkan bahan bakar dengan oktan lebih rendah. Dengan kadar oktan 92, Pertamax mampu meningkatkan efisiensi pembakaran mesin sehingga memberikan daya pacu yang lebih optimal dan tahan lama. Selain itu, produk ini juga memiliki kandungan yang lebih bersih sehingga ramah terhadap lingkungan serta sesuai dengan standar emisi yang lebih tinggi. Hal ini menarik perhatian warga Palangka Raya yang mulai memilih bahan bakar dengan kualitas lebih baik, khususnya bagi pemilik kendaraan baru atau kendaraan dengan spesifikasi mesin modern.

Di sela-sela tugasnya, salah seorang petugas SPBU di Jalan Seth Adji mengungkapkan bahwa Pertamax kini menjadi bahan bakar yang semakin laris dan sering kali terjual habis, terutama pada jam-jam sibuk seperti pagi dan sore hari. “Memang benar, setiap pagi sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 dan sore hari dari pukul 17.00 hingga 19.00, stok Pertamax kami sering habis. Biasanya kami harus menunggu pasokan tambahan dari pihak distribusi untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengguna Pertamax tidak hanya berasal dari kalangan pemilik kendaraan pribadi, tetapi juga mencakup pengendara ojek online, pengemudi taksi, hingga pengendara angkutan umum.

Menurut petugas tersebut, meningkatnya pemakaian Pertamax di kota ini juga terlihat dari perubahan kebiasaan masyarakat dalam memilih bahan bakar. Jika sebelumnya banyak yang memilih bahan bakar dengan oktan rendah seperti Pertalite, kini sebagian besar pelanggan mulai beralih ke Pertamax demi mendapatkan performa mesin yang lebih baik. "Dulu mungkin banyak yang kurang memperhatikan perbedaan bahan bakar, tetapi sekarang pelanggan lebih banyak yang sadar akan pentingnya bahan bakar berkualitas, terutama untuk menjaga mesin agar awet dan performanya maksimal," tuturnya.

Selain karena manfaat teknis, lonjakan popularitas Pertamax juga berkaitan dengan adanya berbagai program promosi dan diskon yang kerap ditawarkan oleh pihak SPBU atau aplikasi pendukung. Melalui aplikasi khusus, pelanggan sering mendapatkan penawaran menarik yang membuat Pertamax lebih terjangkau dibandingkan sebelumnya. Beberapa konsumen menyatakan bahwa program promosi semacam ini cukup membantu mereka dalam membeli bahan bakar berkualitas tinggi dengan harga yang lebih ramah di kantong.

Tidak hanya itu, beberapa pengguna Pertamax mengaku merasa lebih nyaman dan aman karena bahan bakar ini diklaim menghasilkan emisi yang lebih rendah. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, masyarakat mulai memilih Pertamax sebagai upaya kecil untuk mengurangi polusi udara. "Kami sebagai petugas di sini merasakan adanya perubahan pola pikir di kalangan masyarakat. Mereka semakin peduli dengan lingkungan dan mulai memilih bahan bakar yang emisinya lebih rendah," jelas petugas tersebut. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong penggunaan energi yang lebih bersih demi menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat di perkotaan.

Salah seorang pengguna kendaraan yang ditemui di SPBU Jalan Seth Adji juga mengungkapkan alasannya beralih ke Pertamax. "Saya memilih Pertamax karena kualitasnya lebih baik untuk mesin mobil saya. Memang harganya sedikit lebih mahal dibandingkan Pertalite, tapi perbedaannya terasa, terutama saat berkendara jauh. Mesin lebih halus dan responsif," ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan menggunakan Pertamax, ia merasa lebih tenang karena yakin bahan bakar tersebut tidak akan merusak komponen mesin dalam jangka panjang.

Namun, tingginya permintaan ini juga memunculkan tantangan tersendiri bagi pihak SPBU. Pasokan Pertamax yang terbatas sering kali membuat stok habis lebih cepat dari yang diperkirakan, sehingga beberapa pelanggan harus menunggu atau mencari SPBU lain yang masih memiliki stok. Menurut petugas SPBU, hal ini disebabkan oleh meningkatnya konsumsi Pertamax di berbagai SPBU di seluruh kota, yang membutuhkan penyesuaian pasokan yang lebih besar dari pihak distributor.

“Kami berharap dalam waktu dekat ada penambahan pasokan dari distributor, mengingat banyak pelanggan yang kecewa ketika Pertamax habis. Apalagi di jam-jam sibuk, terkadang pelanggan harus mengantre cukup lama. Beberapa pelanggan bahkan rela menunggu karena tidak ingin mengganti bahan bakar kendaraan mereka dengan yang beroktan lebih rendah,” tambah petugas tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa saat ini pihak SPBU sedang melakukan koordinasi dengan distributor untuk mengoptimalkan pengiriman Pertamax ke wilayah Palangka Raya, terutama pada waktu-waktu yang paling banyak permintaan.

Sejalan dengan fenomena ini, beberapa pengamat otomotif di Palangka Raya memberikan pandangannya bahwa tren peningkatan konsumsi Pertamax bisa terus berlangsung. Mereka menilai bahwa masyarakat, khususnya pemilik kendaraan pribadi, semakin peduli dengan kualitas bahan bakar yang mereka gunakan. Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di kota ini, kebutuhan akan bahan bakar berkualitas seperti Pertamax diprediksi akan terus meningkat di masa mendatang.

Sebagai upaya mendukung ketersediaan Pertamax di Palangka Raya, pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan turut andil dalam memastikan rantai distribusi berjalan lancar dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, SPBU tidak lagi mengalami kendala kehabisan stok, khususnya di jam-jam sibuk. Bagi masyarakat yang telah beralih ke Pertamax, hal ini tentu menjadi harapan agar mereka bisa terus mendapatkan bahan bakar yang sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi kendaraan mereka.

Dengan pertumbuhan permintaan yang signifikan ini, Pertamax tampaknya akan terus menjadi pilihan utama bagi warga Palangka Raya yang menginginkan bahan bakar berkualitas tinggi untuk menjaga performa kendaraan mereka. Sebagai alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dan efisien, Pertamax kini telah menjadi bagian penting dalam pola konsumsi bahan bakar masyarakat kota, yang semakin sadar akan pentingnya memilih produk yang berkualitas, demi kelestarian lingkungan dan kenyamanan berkendara.

Komentar