Penjualan Pertamax Semakin Meningkat di Seluruh SPBU Kota Palangka Raya: Begini Alasannya

Ilustrasi

Penjualan bahan bakar jenis Pertamax mengalami peningkatan signifikan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Palangka Raya. Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak, terutama di tengah berbagai isu terkait bahan bakar minyak (BBM) dan kebijakan energi nasional.

Menurut pantauan di beberapa SPBU, lonjakan permintaan Pertamax mulai terlihat sejak beberapa bulan terakhir. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya antrean kendaraan yang secara khusus memilih bahan bakar non-subsidi ini. Sejumlah pengendara mengaku beralih ke Pertamax karena berbagai alasan, mulai dari kualitas bahan bakar yang lebih baik, efisiensi, hingga dukungan terhadap kebijakan ramah lingkungan.

Salah satu alasan utama peningkatan penjualan Pertamax adalah kualitas bahan bakar yang dianggap lebih unggul dibandingkan jenis lain. Pertamax memiliki kadar oktan (RON) lebih tinggi, yaitu 92, yang membuatnya lebih cocok untuk mesin modern. Penggunaan bahan bakar dengan oktan tinggi dinilai mampu meningkatkan performa mesin sekaligus memperpanjang usia kendaraan.

“Kalau pakai Pertamax, tarikan mesin lebih ringan dan pembakaran lebih bersih. Jadi, meski harga sedikit lebih mahal, menurut saya lebih hemat dalam jangka panjang karena mesin tidak cepat rusak,” ungkap salah seorang pengendara roda empat di salah satu SPBU kawasan Jalan Tjilik Riwut.

Selain faktor teknis, peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan juga turut berkontribusi. Pertamax dikenal menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar bersubsidi seperti Pertalite atau Premium. Hal ini sesuai dengan upaya pemerintah dalam mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

“Saya mulai beralih ke Pertamax karena ingin mendukung program pengurangan polusi udara. Lingkungan di Palangka Raya harus kita jaga bersama, apalagi kota ini dikenal dengan udara yang bersih,” ujar seorang pengguna sepeda motor di SPBU kawasan G.Obos.

Meski Pertamax memiliki harga lebih tinggi dibandingkan BBM bersubsidi, banyak konsumen menganggap harganya relatif stabil dan tidak terlalu memberatkan. Stabilitas harga ini menjadi salah satu daya tarik di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok lainnya.

“Kita tahu harga BBM bisa naik kapan saja, tapi selama ini Pertamax cenderung stabil. Jadi, meski lebih mahal, saya merasa lebih tenang karena tidak terlalu dipengaruhi situasi ekonomi global,” kata salah seorang warga yang mengisi bahan bakar di SPBU Jalan RTA Milono.

Kebijakan pemerintah yang semakin ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi juga memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Banyak pemilik kendaraan yang merasa lebih etis untuk menggunakan Pertamax karena mereka tidak termasuk dalam kategori penerima subsidi. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran sosial di kalangan masyarakat.

“Pertamax memang bukan untuk semua orang, tapi bagi kami yang mampu, lebih baik pakai ini supaya subsidi bisa lebih tepat sasaran,” ujar seorang pengemudi taksi online.

Peningkatan penjualan Pertamax juga tidak lepas dari peran aktif pengelola SPBU dalam memberikan edukasi dan promosi kepada konsumen. Beberapa SPBU di Palangka Raya bahkan menyediakan program diskon atau penawaran khusus bagi pelanggan setia Pertamax. “Kami selalu memberikan informasi kepada konsumen tentang manfaat Pertamax, baik untuk mesin kendaraan maupun lingkungan. Selain itu, kami juga mengadakan program diskon pada waktu-waktu tertentu untuk menarik lebih banyak pelanggan,” jelas seorang petugas SPBU.

Tren positif ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di seluruh Indonesia. Kota Palangka Raya, sebagai salah satu kota yang tengah berkembang pesat, diharapkan menjadi contoh dalam penggunaan energi yang lebih bertanggung jawab. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas bahan bakar, lingkungan, dan stabilitas ekonomi, penjualan Pertamax diprediksi akan terus tumbuh di masa mendatang. Hal ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga mendukung visi besar pemerintah dalam menciptakan sistem energi yang berkelanjutan.

Komentar