Mengenal Ir. H. Abdul Razak - Calon Gubernur Kalimantan Tengah No Urut 4: Pengabdian Lebih dari Empat Dekade untuk Kemajuan Daerah.
![]() |
| Ir. H. Abdul Razak (Politikus Senior dan Birokrat) |
Ir. H. Abdul Razak, calon Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) No Urut 4, adalah seorang politisi senior yang telah mengabdi lebih dari empat dekade dalam dunia politik, birokrasi, dan organisasi sosial. Lahir di Pangkalan Bun pada 10 November 1949, Abdul Razak dikenal luas sebagai mantan Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dan telah menjabat berbagai posisi strategis, baik dalam partai politik maupun pemerintahan. Jejak kariernya yang panjang mencerminkan dedikasi yang luar biasa bagi pembangunan dan kemajuan daerah, termasuk kesuksesannya dalam mengantarkan putra keduanya, Fairid Naparin, menjadi Wali Kota Palangka Raya, yang menandakan keberhasilan pengaruh kepemimpinan Abdul Razak dalam kehidupan politik Kalteng.
Abdul Razak dibesarkan di Pangkalan Bun, sebuah wilayah yang sangat erat dengan kehidupan sosial masyarakat lokal. Ia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di daerahnya sebelum melanjutkan studi ke Universitas Lambung Mangkurat pada tahun 1975, kemudian melanjutkan pendidikan di Universitas Gajah Mada. Pendidikan yang diperoleh Abdul Razak membawa dia ke dunia birokrasi dan membuka jalan bagi perjalanan karier politik yang panjang dan penuh tantangan.
Setelah lulus, pada tahun 1980, ia memulai kariernya di dunia birokrasi dengan menjadi pegawai honorer di Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah. Dalam waktu singkat, Abdul Razak membuktikan dirinya sebagai sosok yang kompeten dan berdedikasi tinggi. Salah satu tantangan besar yang dihadapi Abdul Razak adalah tugas sebagai Kepala Seksi Dinas Kehutanan di Gerbang Barito di Jenamas, wilayah perbatasan Marabahan-Buntok, yang saat itu menghadapi masalah penebangan liar yang sangat marak. Ia berjuang keras untuk menanggulangi permasalahan tersebut, baik siang maupun malam, demi melindungi sumber daya alam di daerahnya.
Perjalanan karier Abdul Razak kemudian berkembang pesat. Pada periode 1985-1992, ia dipercaya menjabat sebagai Kepala Cabang Dinas Kehutanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Dalam posisinya ini, ia mengawasi tiga daerah aliran sungai yang cukup luas, yaitu Mentaya, Katingan, dan Seruyan. Masa jabatan yang lama ini menunjukkan betapa besar kepercayaan yang diberikan padanya dalam mengelola sumber daya alam di daerah tersebut.
Setelah lebih dari dua dekade berkarier di dunia birokrasi, Abdul Razak mulai merambah ke dunia politik pada tahun 1998, ketika ia dipilih sebagai Ketua Bappeda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Keputusan ini menjadi titik awal bagi Abdul Razak untuk semakin aktif dalam politik dan pemerintahan daerah. Dalam Pemilihan Bupati Kobar pada tahun 2000, Abdul Razak didorong oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, dan tokoh pemuda untuk maju sebagai calon. Dengan dukungan kuat tersebut, ia berhasil memenangkan pemilu dan dilantik menjadi Bupati Kobar.
Sebagai Bupati Kobar, Abdul Razak memfokuskan pemerintahannya pada pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat. Berkat kepemimpinannya, Kabupaten Kobar mengalami perkembangan pesat, terutama dalam sektor perekonomian dan fasilitas publik. Keberhasilan ini mengukuhkan posisi Abdul Razak sebagai tokoh penting dalam pemerintahan Kalimantan Tengah.
Setelah masa jabatannya sebagai Bupati Kobar berakhir, Abdul Razak tidak lantas berhenti dalam dunia politik. Ia melanjutkan karier politiknya dengan aktif dalam Partai Golkar. Pada tahun 2009, Abdul Razak terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalimantan Tengah, menggantikan H. Asmawi Agani. Dalam kapasitas ini, ia mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pemimpin terkemuka di Golkar Kalteng dan berperan penting dalam merancang berbagai kebijakan partai.
Tak hanya itu, Abdul Razak juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah pada beberapa periode, yaitu 2009-2014 dan 2014-2019. Sebagai politisi senior, ia dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam menjalin hubungan dan komunikasi dengan berbagai pihak, baik dengan sesama politisi, pengusaha, maupun masyarakat umum. Keberhasilannya mempertahankan posisi strategis di partai politik dan pemerintahan selama bertahun-tahun membuktikan kemampuannya dalam memimpin dan bernegosiasi untuk kepentingan rakyat.
Salah satu pencapaian terbesar Abdul Razak adalah ketika ia berhasil mengantarkan putra keduanya, Fairid Naparin, untuk terpilih menjadi Wali Kota Palangka Raya. Fairid Naparin yang saat itu berusia 33 tahun, berhasil terpilih menjadi Wali Kota Palangka Raya termuda se-Indonesia. Prestasi ini tak hanya menjadi kebanggaan bagi Abdul Razak sebagai seorang ayah, tetapi juga bagi masyarakat Palangka Raya yang merasa terhormat dengan terpilihnya pemimpin muda yang memiliki visi dan komitmen untuk memajukan kota mereka.
Fairid, dengan jaringan relasi yang luas dan pengalaman organisasi yang kuat, mampu memanfaatkan peluang tersebut dengan sangat baik. Ia melanjutkan perjuangan ayahnya untuk membangun daerah dan melaksanakan kebijakan yang progresif, yang tentunya menjadi warisan dari Abdul Razak dalam dunia politik.
Walaupun telah menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam dunia politik, Abdul Razak selalu menekankan pentingnya pemberdayaan generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia percaya bahwa dunia politik Kalimantan Tengah harus diisi oleh kader-kader muda yang memiliki kemampuan, semangat, dan komitmen yang tinggi untuk melanjutkan perjuangan dalam memajukan daerah.
"Saya sudah cukup dalam berkarier di dunia politik. Kini saatnya bagi generasi muda untuk menggantikan saya dan terus melanjutkan pembangunan di Kalteng," ujar Abdul Razak dengan penuh keyakinan. Meskipun sudah memasuki usia lanjut, Abdul Razak tetap aktif menjaga kesehatan tubuhnya dengan berolahraga. Dulu ia sangat menyukai sepak bola, namun kini ia lebih memilih olahraga ringan seperti bulu tangkis dan golf. Ia juga rutin berolahraga di treadmill dan mengisi teka-teki silang untuk menjaga ketajaman pikirannya. Ini adalah bentuk kepeduliannya terhadap kesehatan, yang menurutnya sangat penting untuk menjaga kebugaran tubuh dan pikiran.
Selama lebih dari empat dekade mengabdi untuk Kalteng, baik sebagai birokrat maupun politisi, Abdul Razak telah meninggalkan jejak yang mendalam di masyarakat. Ia tidak hanya dikenal sebagai tokoh penting dalam Partai Golkar, tetapi juga sebagai pemimpin yang berjuang keras untuk kepentingan masyarakat. Abdul Razak percaya bahwa masa depan Kalimantan Tengah harus melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, dan generasi muda harus diberi kesempatan untuk membawa perubahan.
Dengan segala pengalaman dan kontribusinya, Abdul Razak menjadi contoh nyata bagi para pemimpin muda yang ingin mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara. Sebagai politisi senior yang telah melayani masyarakat selama lebih dari empat dekade, ia kini lebih memilih untuk memberikan ruang bagi generasi penerusnya, sambil menikmati masa pensiun yang penuh makna. Kini, dengan pencalonannya sebagai Gubernur Kalimantan Tengah, Abdul Razak siap untuk membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih baik, dengan visi dan komitmen untuk kemajuan bersama.
Ir. H. Abdul Razak adalah sosok pemimpin yang telah berkarier lebih dari 40 tahun di dunia politik dan pemerintahan. Dengan rekam jejak yang luar biasa, baik dalam birokrasi maupun partai politik, ia berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan dan kemajuan Kalimantan Tengah. Abdul Razak adalah figur yang sangat dihormati oleh masyarakat, dan pencalonannya sebagai Gubernur Kalteng menggambarkan keseriusannya untuk membawa perubahan positif bagi daerah ini.



Komentar
Posting Komentar