Masyarakat Kota Palangka Raya Lebih Memilih Bensin Pertalite Rp10.000/Liter dibandingkan Pertamax Rp12.400/Liter: Tanggapan dari Ojol

Di tengah meningkatnya harga bahan bakar, masyarakat Kota Palangka Raya cenderung lebih memilih bensin Pertalite yang dijual seharga Rp10.000 per liter, dibandingkan dengan Pertamax yang harganya mencapai Rp12.400 per liter. Meskipun Pertamax memiliki kualifikasi dengan RON 92 yang menjanjikan kualitas lebih baik, banyak pengguna kendaraan tetap memilih Pertalite karena alasan ekonomi. Gunadi, seorang pengemudi ojek online (ojol) di Palangka Raya, menjelaskan fenomena ini. “Sebagai pengemudi ojol, saya harus memperhitungkan setiap biaya yang dikeluarkan. Meskipun Pertamax lebih bagus, selisih harganya cukup signifikan. Dengan harga Pertalite yang lebih murah, saya bisa menghemat pengeluaran,” ujar Gunadi.

Bagi Gunadi dan banyak pengemudi lainnya, efisiensi biaya adalah prioritas utama. “Setiap hari, saya harus mengisi bensin beberapa kali. Jika saya menggunakan Pertamax, pengeluaran bisa jauh lebih tinggi. Dengan Pertalite, meskipun kualitasnya sedikit di bawah Pertamax, kendaraan saya masih bisa berjalan dengan baik,” tambahnya. Masyarakat Palangka Raya juga merasakan dampak dari inflasi dan biaya hidup yang semakin meningkat. Banyak yang memilih untuk menghemat pengeluaran, termasuk dalam memilih bahan bakar. “Saya memilih Pertalite karena harganya lebih terjangkau. Saya lebih baik mengeluarkan uang untuk keperluan lain daripada membayar bensin yang mahal,” kata Rina (29), salah satu warga Palangka Raya.

Meskipun Pertamax diakui memiliki kualitas yang lebih baik dan bisa memberikan performa mesin yang optimal, banyak pengguna kendaraan merasa bahwa Pertalite sudah cukup untuk kebutuhan sehari-hari. “Untuk penggunaan harian, Pertalite sudah memadai. Selama tidak ada masalah serius dengan mesin, saya rasa tidak masalah menggunakan Pertalite,” ungkap Gunadi. Dalam beberapa kesempatan, Pemerintah juga memberikan sosialisasi mengenai perbedaan kedua jenis bensin ini, tetapi tampaknya masyarakat lebih memperhatikan faktor harga ketimbang kualitas. “Kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi untuk harga bensin yang lebih terjangkau. Banyak dari kami yang masih mengandalkan transportasi berbasis bensin untuk mencari nafkah,” tambah Gunadi.

Dengan tingginya permintaan terhadap Pertalite, tampaknya pilihan ini akan terus mendominasi di kalangan masyarakat Kota Palangka Raya. Keputusan untuk memilih bensin berbasis harga terjangkau menunjukkan betapa pentingnya faktor ekonomi dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Komentar