Mahasiswa di Kota Palangka Raya Dihimbau untuk Tidak Golput pada Pemilihan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng 2024
![]() |
| Ilustrasi |
Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) tahun 2024 semakin dekat, dan mahasiswa di Kota Palangka Raya diminta untuk tidak golput (golongan putih) atau tidak memilih. Partisipasi aktif para mahasiswa dalam pemilihan kepala daerah sangat diharapkan, mengingat mereka merupakan bagian dari generasi muda yang memiliki peran penting dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa. Pemilu adalah bagian dari demokrasi yang harus dihargai dan digunakan dengan bijak.
Sebagai bentuk dukungan terhadap ajakan ini, salah satu Ketua Himpunan Mahasiswa (HM) dari salah satu Kabupaten di Kota Palangka Raya memberikan pendapatnya terkait pentingnya partisipasi mahasiswa dalam Pilkada. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya belajar di bangku kuliah, tetapi juga harus memiliki kesadaran politik yang tinggi untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Pilkada adalah momen penting untuk memilih pemimpin yang akan membawa perubahan dan kemajuan bagi daerah kita. Oleh karena itu, mahasiswa harus berperan aktif dan jangan sampai golput. Partisipasi kita sangat berarti untuk mewujudkan pemerintah yang lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ketua HM tersebut menjelaskan bahwa, meskipun banyak mahasiswa yang merasa tidak terlalu terlibat dalam urusan politik praktis, namun hal tersebut tidak mengurangi pentingnya mereka untuk memilih. “Sebagai mahasiswa, kita memiliki hak untuk memilih dan seharusnya kita juga memiliki kewajiban untuk memilih pemimpin yang tepat. Pilihan kita dapat menentukan kebijakan-kebijakan yang berdampak langsung pada masa depan kita, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, maupun kesejahteraan sosial,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Rama, seorang pengajar di salah satu perguruan tinggi di Kota Palangka Raya, juga memberikan pandangannya terkait pentingnya mahasiswa untuk tidak golput pada Pilkada 2024. Dr. Rama menyatakan bahwa ajakan untuk tidak golput tidak hanya merupakan seruan moral, tetapi juga memiliki dampak positif dalam meningkatkan kualitas demokrasi. “Pendidikan politik sangat penting, dan Pilkada adalah ajang di mana setiap warga negara, termasuk mahasiswa, dapat mengekspresikan suara mereka untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan aspirasi mereka. Jika mahasiswa enggan memilih, maka mereka juga akan kehilangan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan politik dan sosial,” ujar Dr. Rama.
Menurut Dr. Rama, keikutsertaan mahasiswa dalam Pilkada juga akan memberikan dampak positif dalam menciptakan pemilih yang lebih kritis dan cerdas. Ia menjelaskan bahwa saat mahasiswa memilih dengan bijak, mereka secara tidak langsung turut meningkatkan kualitas pemilu itu sendiri. “Mahasiswa memiliki kapasitas untuk menganalisis calon pemimpin berdasarkan visi dan misi mereka. Ketika mahasiswa aktif memilih, hal ini mendorong terciptanya pemilu yang lebih berkualitas dan lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Dr. Rama.
Dampak positif lainnya dari ajakan ini adalah peningkatan kesadaran politik yang dapat diubah menjadi semangat kolektif untuk mendorong perbaikan di berbagai sektor. Dr. Rama menambahkan, partisipasi mahasiswa juga dapat memicu diskusi yang konstruktif di kampus-kampus tentang calon pemimpin, kebijakan yang perlu diutamakan, dan tantangan yang harus dihadapi oleh pemimpin terpilih. Hal ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang politik, tetapi juga memperkuat komitmen mereka terhadap kemajuan daerah dan bangsa.
“Pilkada adalah kesempatan bagi setiap warga negara untuk menentukan arah masa depan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan dapat menjadikan momen ini sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah. Saya yakin, dengan partisipasi aktif mahasiswa, kita dapat membangun Kalteng yang lebih baik, lebih maju, dan lebih sejahtera,” tutup Dr. Rama.
Secara keseluruhan, ajakan agar mahasiswa tidak golput dalam Pemilihan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng 2024 menggema di seluruh kalangan akademik di Kota Palangka Raya. Hal ini diharapkan menjadi langkah positif untuk meningkatkan kesadaran politik mahasiswa dan membentuk generasi muda yang lebih peduli dan terlibat dalam dinamika pembangunan daerah. Melalui partisipasi aktif, mahasiswa tidak hanya menjalankan hak mereka, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan perubahan yang lebih baik bagi Kalimantan Tengah.



Komentar
Posting Komentar