Pengurus GAPKI Kalteng Ikuti Konferensi Minyak Sawit IPOC ke-20 di Bali

Ketua Gapki Cabang Kalteng ,Syaiful Panigoro, bersama Sekretaris Eksekutif, Dr. Ir. Rawing Rambang, M.P. mengikuti acara IPOC 2024 di Nusa Dua Bali (Foto: Dok. GAPKI Kalimantan Tengah)

Organisasi Gabungan Pengusaha Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) turut berpartisipasi dalam kegiatan Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) ke-20 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, dari tanggal 6 hingga 8 November 2024. Acara tahunan ini menjadi ajang penting bagi pelaku usaha perkebunan kelapa sawit, termasuk pengusaha, petani, serta perwakilan dari Gapki dan Asosiasi Petani Sawit Indonesia (Apkasindo), untuk bertukar informasi dan memperbaharui pemahaman terkait industri sawit.

Sekretaris Eksekutif Gapki Kalteng, Rawing Rambang, menyatakan bahwa kehadiran delegasi Gapki Kalteng dipimpin langsung oleh Ketua Syaiful Panigoro bersama Sekretaris Bernhard Setyawan. "Acara ini bertujuan untuk mendengarkan kebijakan pemerintah terkait tata kelola sawit, serta mengakses hasil-hasil penelitian terbaru di bidang sawit. Kami juga mendalami kebijakan perdagangan yang dapat menjaga daya saing industri kelapa sawit di pasar global. Industri sawit ini merupakan pilar penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045," jelas Rawing

Rawing, yang juga merupakan mantan Kepala Dinas Perkebunan Kalteng, menambahkan bahwa salah satu isu utama yang dibahas dalam IPOC tahun ini adalah peraturan Uni Eropa yang bertujuan mengurangi deforestasi global. European Union Deforestation Regulation (EUDR), yang mulai diterapkan, membawa implikasi signifikan bagi perusahaan perkebunan dan petani sawit kecil di Indonesia. Kebijakan ini berpotensi mengubah pola pasokan dan permintaan minyak sawit di pasar global.

“Implementasi EUDR ini memerlukan perhatian besar karena bisa berdampak langsung pada perusahaan perkebunan dan petani kecil. Kami harus siap untuk menghadapinya agar sawit Indonesia tetap kompetitif dan berkelanjutan,” tambah Rawing.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan harapannya agar pengembangan kelapa sawit di Indonesia terus memperhatikan kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat. Dengan harga sawit yang saat ini berada dalam tren positif, Sudaryono optimis bahwa peran industri sawit akan semakin kuat dalam menopang perekonomian nasional.

“Kami berharap melalui konferensi IPOC ini, sawit Indonesia dapat semakin maju, berkembang, dan memberikan manfaat kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat. Kami mendukung langkah-langkah yang mendukung kemajuan sawit Indonesia di pasar global,” ujarnya.

Dengan adanya pertemuan IPOC ini, Gapki Kalteng berharap dapat memperoleh wawasan baru yang dapat diterapkan di Kalimantan Tengah, baik untuk meningkatkan daya saing maupun mendukung kesejahteraan petani lokal. Konferensi ini juga diharapkan dapat menjadi momentum bagi sektor sawit Indonesia untuk terus berkembang dan memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Komentar