Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah Gelar Berbagai Kegiatan untuk Sukseskan Gerakan Indonesia Membaca
![]() |
| Gedung Perpustakaan Daerah Prov. Kalimantan Tengah |
Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Kalimantan Tengah (Disperpusip Kalteng) bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Indonesia menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka menyukseskan Gerakan Indonesia Membaca (GIM). Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi di masyarakat serta mengangkat kekayaan budaya lokal, khususnya cerita rakyat dari Kalimantan Tengah.
Pelaksana Harian Kepala Disperpusip Kalteng, Arthur Mukkun, S.E., M.Si., mengungkapkan bahwa berbagai pemangku kepentingan telah berkolaborasi dalam mendukung gerakan ini. “Gerakan Indonesia Membaca sudah digaungkan secara luas, dan banyak pihak yang berkolaborasi dalam berbagai kegiatan. Tentu hal ini sangat bermanfaat, terutama dalam mengeksplorasi khasanah budaya, khususnya cerita rakyat yang ada di Kalimantan Tengah,” ujar Arthur dalam kesempatan sosialisasi Gerakan Indonesia Membaca pada Senin (11/11/2024).
Gerakan Indonesia Membaca, yang biasa disingkat GIM, merupakan program yang bertujuan untuk mempromosikan pentingnya membaca dan meningkatkan budaya literasi di seluruh Indonesia. Arthur menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan literasi masyarakat. "Pemprov Kalteng sangat serius dalam meningkatkan kualitas SDM, dan salah satunya adalah melalui peningkatan literasi masyarakat, agar mereka semakin mencintai membaca dan mengembangkan potensi diri," ujarnya.
Sebagai bagian dari upaya menyukseskan Gerakan Indonesia Membaca, Disperpusip Kalteng turut menyelenggarakan Inkubator Literasi Pustaka Nasional (ILPN) 2024 dengan tema "Cintai Tradisi, Bangun Literasi: Mewujudkan Kearifan Lokal Dayak untuk Warisan Masa Depan." Kegiatan ini meliputi sosialisasi dan berbagai rangkaian acara, seperti lomba menulis esai serta lokakarya bagi finalis terpilih.
Arthur juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu, Disperpusip Kalteng telah mengadakan kegiatan penulisan sejarah-sejarah suku Dayak Kalimantan Tengah. “Kegiatan lomba ini mengangkat tema tentang tari-tarian tradisional Dayak. Setelah itu, kisah-kisah yang ada dalam tarian tersebut akan dijadikan buku dan diterjemahkan ke dalam bahasa internasional, yaitu Bahasa Inggris,” jelas Arthur.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan literasi mengenai budaya dan tradisi lokal Kalimantan Tengah dapat lebih dikenal secara luas, baik oleh masyarakat lokal maupun internasional. Arthur berharap, karya-karya yang dihasilkan, termasuk buku yang diterjemahkan, dapat diakses oleh turis dan peneliti asing yang sering berkunjung ke Disperpusip Kalteng untuk mencari referensi penelitian.
"Ke depan, kami berharap hasil-hasil penulisan ini bisa diakses oleh turis atau peneliti mancanegara yang datang untuk melakukan penelitian terkait dengan kearifan lokal Dayak. Ini adalah salah satu upaya kami dalam mengenalkan dan melestarikan budaya Dayak, serta memperkaya literasi masyarakat kita,” tambahnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Disperpusip Kalteng dalam mendukung gerakan literasi nasional dan melestarikan budaya lokal, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan literasi masyarakat Kalimantan Tengah.



Komentar
Posting Komentar