Demo di Depan Kantor Sekretariat Dewan Adat Dayak Kalteng: Pendemo Tuntut Ketua Umum DAD Kalteng Mundur secara Sukarela

Terjadi aksi demonstrasi di depan Kantor Sekretariat Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Tengah pada hari ini, yang diinisiasi oleh Aliansi Masyarakat Adat Dayak Penyang Ije Simpei. Para pendemo menuntut agar Ketua Umum DAD Kalteng, H. Agustiar Sabran, S.IKom, untuk mundur dari jabatannya. Aksi ini mencerminkan ketidakpuasan sejumlah kelompok masyarakat adat terhadap kepemimpinan DAD saat ini. Cornelis, salah satu perwakilan pendemo, menyampaikan bahwa aksi ini bertujuan untuk menjaga harkat dan martabat DAD sebagai lembaga yang seharusnya menjadi wadah bagi masyarakat Dayak, bukan sebagai alat politik untuk kepentingan penguasa. “Kami ingin menegaskan bahwa DAD harus menjadi rumah bagi semua orang Dayak, dan bukan kendaraan politik. Kami tidak ingin lembaga ini diperalat untuk kepentingan tertentu,” ujarnya.

Aksi demonstrasi tersebut dihadiri oleh ratusan masyarakat adat yang membawa berbagai spanduk dan poster berisi tuntutan mereka. Mereka juga menyanyikan lagu-lagu tradisional Dayak sebagai bentuk solidaritas dan kebanggaan terhadap budaya mereka. “Kepemimpinan DAD harus lebih mendengarkan suara masyarakat adat, bukan hanya memenuhi kepentingan segelintir orang,” tambah Cornelis. Menanggapi aksi dari demonstrasi tersebut, Ketua Harian DAD Kalteng, Prof. Dr. Andrie Elia Embang, S.E., M.Si., menyambut positif aspirasi yang disampaikan oleh para pendemo. “Kami mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Tuntutan dan aspirasi yang disampaikan akan kami bawa dan diskusikan dengan Ketua Umum DAD,” katanya. Prof. Andrie berjanji untuk meneruskan suara masyarakat kepada H. Agustiar Sabran dan berharap adanya dialog yang konstruktif untuk menemukan solusi terbaik.

Aksi ini mencerminkan semangat masyarakat adat dalam memperjuangkan hak dan kepentingan mereka. Para pendemo berharap agar DAD bisa kembali ke jalur yang benar, yaitu sebagai lembaga yang memperjuangkan kepentingan masyarakat Dayak secara utuh dan berintegritas. Dengan adanya dialog antara masyarakat dan DAD, diharapkan tercipta saling pengertian dan langkah ke depan yang lebih baik bagi masyarakat adat Dayak di Kalimantan Tengah.

Komentar