BNNP Kalteng Lakukan Pemberantasan Narkoba Secara Terpadu, Fokus pada Bandar Besar dan Pencegahan
Sebagai bukti keseriusan dalam memberantas narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus mengintensifkan langkah-langkah pencegahan dan penanggulangan terhadap peredaran narkotika, yang semakin meresahkan masyarakat. Dalam upaya tersebut, BNNP Kalteng kembali menggencarkan pemburuan terhadap bandar narkoba besar di wilayah Bumi Tambun Bungai. Kepala BNNP Kalteng, Joko Setiono, menegaskan bahwa meskipun beberapa bandar besar sudah berhasil ditangkap, pihaknya menduga masih banyak jaringan narkoba yang aktif, salah satunya adalah seorang bandar besar bernama Saleh yang diduga dengan mudah menjalankan bisnis haramnya di wilayah tersebut.
Menurut Joko Setiono, sindikat narkoba di Kalimantan Tengah masih cukup kuat, meski berbagai upaya represif telah dilakukan oleh BNNP Kalteng. "Kami terus bekerja keras untuk mengungkap dan menutup jaringan narkoba yang ada, termasuk menangkap para bandar besar. Salah satunya adalah Saleh yang telah berhasil kami amankan, namun kami yakin masih banyak jaringan serupa yang harus diburu," ujarnya dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung pada Senin (18/11/2024).
Lebih lanjut, Joko Setiono mengungkapkan bahwa BNNP Kalteng tidak hanya fokus pada pemberantasan narkoba secara represif, tetapi juga memprioritaskan kegiatan pencegahan yang bersifat preventif serta rehabilitasi bagi para pecandu narkoba. "Selain melakukan penindakan terhadap bandar besar, kami juga melaksanakan berbagai kegiatan preventif untuk mengedukasi masyarakat dan mengurangi permintaan narkoba. Kami juga terus berupaya memperbaiki sistem rehabilitasi untuk membantu para pecandu agar bisa pulih dan kembali ke kehidupan normal," lanjutnya. Pemberantasan narkoba di Kalteng, menurutnya, harus dilakukan secara holistik, dengan menekan semua jalur distribusi dan sekaligus memberikan solusi bagi mereka yang telah terperangkap dalam dunia narkoba.
Joko Setiono juga menyebutkan bahwa dengan dipindahkannya bandar besar seperti Saleh, diharapkan dapat memberikan efek jera bagi bandar narkoba lainnya. "Kita berharap dengan penangkapan dan pemindahan bandar-bandar besar, seperti Saleh, akan memberikan efek jera yang kuat. Kami akan terus memantau pergerakan mereka dan memperkecil ruang gerak mereka," ujar Kepala BNNP Kalteng tersebut.
Namun, meskipun upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Tengah semakin intensif, masih ada tantangan besar dalam hal fasilitas rehabilitasi untuk korban penyalahgunaan narkoba. Saat ini, Kalteng belum memiliki rumah sakit rehabilitasi khusus untuk pecandu narkoba, namun pemerintah provinsi telah merencanakan pembangunan pusat rehabilitasi narkoba yang direncanakan akan dibangun di Palangka Raya atau sekitarnya pada tahun depan. "Kami sangat menyambut baik rencana tersebut. Pembangunan pusat rehabilitasi akan sangat membantu upaya kami dalam memberikan ruang bagi para pecandu narkoba yang ingin sembuh dan kembali berintegrasi dengan masyarakat," kata Joko Setiono.
Sementara itu, dalam konteks pemberantasan narkoba dan pengelolaan narapidana bandar narkoba, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Kalteng, Tri Saptono, menegaskan pentingnya sinergitas antar lembaga dalam menciptakan sistem pengawasan yang ketat terhadap narapidana yang terlibat dalam kasus narkoba. "Sinergi antar lembaga sangat penting untuk meningkatkan keamanan dan pengelolaan risiko terhadap narapidana yang memerlukan pengawasan khusus, terutama yang terlibat dalam sindikat narkoba besar," ujar Tri Saptono.
Menurut Tri Saptono, upaya pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dilakukan oleh satu pihak saja. Oleh karena itu, kolaborasi antara BNNP Kalteng, Kementerian Hukum dan HAM, serta aparat penegak hukum lainnya sangat diperlukan. "Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak guna menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif. Kami juga memastikan bahwa pembinaan terhadap narapidana dilakukan dengan prinsip yang adil dan manusiawi," tambahnya.
Sinergitas antar lembaga ini diharapkan dapat memperkuat sistem keamanan, mengurangi peredaran narkoba, serta memperkecil jumlah pengguna narkoba di Kalteng. Dengan strategi pemberantasan yang meliputi penindakan terhadap bandar besar, kegiatan pencegahan yang melibatkan masyarakat, serta rehabilitasi yang efektif bagi pecandu, diharapkan peredaran narkoba di Kalimantan Tengah dapat ditekan secara signifikan.
Ke depan, langkah-langkah preventif yang lebih luas akan terus digencarkan, termasuk melibatkan sektor pendidikan, komunitas, dan keluarga dalam upaya pencegahan. "Kami berharap masyarakat lebih peduli dan bersama-sama dapat mencegah peredaran narkoba di lingkungan sekitar," tutup Joko Setiono. Dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh BNNP Kalteng, Kementerian Hukum dan HAM, serta pemerintah provinsi, diharapkan Kalimantan Tengah dapat terbebas dari permasalahan narkoba yang telah merusak banyak generasi. Sinergitas ini menjadi kunci utama dalam menciptakan Kalteng yang bebas dari narkoba, aman, dan sejahtera.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya



Komentar
Posting Komentar