Anggota DPRD Palangka Raya Ingatkan Masyarakat Waspadai Modus Penipuan Online
![]() |
Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dr. Ir. Muhammad Hasan Busyairi, M.A.P. |
Seiring dengan maraknya penipuan online yang semakin meresahkan masyarakat, Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Dr. Ir. Muhammad Hasan Busyairi, M.A.P., mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati agar tidak terjebak dalam berbagai modus penipuan yang berpotensi merugikan secara finansial dan psikologis. Pesan ini disampaikan Hasan dalam keterangannya pada Sabtu, 2 November 2024, sebagai respons atas meningkatnya kasus penipuan digital yang menyasar pengguna media sosial dan platform online lainnya.
Hasan mengungkapkan bahwa penipuan online kini hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari penawaran palsu, pesan undian berhadiah, hingga akun-akun tak dikenal yang mengatasnamakan pihak resmi untuk menarik perhatian korban. Menurutnya, kewaspadaan masyarakat adalah hal utama dalam mencegah terjadinya korban baru. “Dengan maraknya kasus penipuan di dunia maya belakangan ini, sudah seharusnya menjadi perhatian serius bagi masyarakat,” ujar Hasan.
Dia menekankan pentingnya untuk tidak mudah tergiur dengan penawaran mencurigakan atau promosi yang menggiurkan di media sosial. Hasan memperingatkan bahwa penipu semakin kreatif dalam menyusun skema, mulai dari cara berkomunikasi hingga tampilan akun yang terlihat profesional untuk membangun kepercayaan. “Masyarakat harus berhati-hati terhadap penawaran yang tidak jelas, apalagi melalui media sosial, agar jangan sampai menjadi korban penipuan,” tegasnya.
Selain kepada masyarakat, Hasan juga mengarahkan imbauannya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya agar lebih aktif dalam mengawasi aktivitas di dunia maya, terutama yang berkaitan dengan penipuan online. Menurutnya, pemerintah sebagai otoritas yang bertanggung jawab dalam menjaga keamanan di dunia digital harus meningkatkan pengawasan dan memverifikasi konten atau akun-akun yang memiliki potensi untuk menipu atau menyesatkan masyarakat. “Pemerintah perlu memperketat pengawasan dalam menjaga kebebasan internet agar aman bagi masyarakat,” katanya.
Dalam pernyataannya, Hasan juga menyoroti peran penting pemerintah dalam mengedukasi masyarakat tentang berbagai modus penipuan digital yang terus berkembang. Ia menyatakan bahwa sosialisasi yang intensif mengenai ancaman dan risiko di dunia maya dapat membantu masyarakat untuk lebih waspada. Menurutnya, edukasi yang berkesinambungan sangat penting, mengingat akses internet sudah merambah seluruh kalangan, termasuk masyarakat yang mungkin kurang memahami risiko keamanan di dunia maya.
Lebih lanjut, Hasan menekankan perlunya kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak terkait lainnya untuk membangun kesadaran masyarakat akan modus-modus penipuan online. Ia mendorong agar sosialisasi dilakukan melalui berbagai saluran, baik melalui pertemuan langsung di lingkungan masyarakat, penyebaran informasi melalui media sosial, maupun program edukasi di sekolah-sekolah dan kampus-kampus. “Saat ini sebagian besar masyarakat bisa mengakses internet, harapannya dengan digencarkannya sosialisasi mengenai media digital dapat melindungi masyarakat dari dampak negatifnya,” tuturnya.
Hasan juga menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan penerapan regulasi yang lebih ketat untuk platform-platform digital, khususnya yang memiliki basis pengguna besar, dalam upaya meminimalkan potensi penipuan. Ia menyebut bahwa kerjasama dengan pihak kepolisian dan lembaga keamanan siber juga perlu diperkuat untuk menghadapi tantangan baru dalam dunia digital yang semakin kompleks. Menurutnya, langkah ini akan memberikan perlindungan lebih baik kepada masyarakat dan membantu mengurangi angka korban penipuan online di masa mendatang.
Di akhir pernyataannya, Hasan mengajak masyarakat untuk selalu memeriksa kebenaran informasi yang diterima, terutama yang berasal dari akun atau sumber yang tidak dikenal. Ia berharap bahwa dengan kesadaran yang lebih tinggi, masyarakat akan semakin sulit diperdaya oleh penipu. "Marilah kita semua lebih berhati-hati dan selalu memverifikasi setiap informasi atau penawaran yang mencurigakan. Dengan demikian, kita bisa melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita dari upaya penipuan yang merugikan," tutup Hasan.
Dengan peringatan dan arahan dari Dr. Muhammad Hasan Busyairi ini, diharapkan masyarakat Kota Palangka Raya lebih siap menghadapi tantangan keamanan di era digital. Keamanan di dunia maya adalah tanggung jawab bersama, di mana setiap individu harus waspada dan pemerintah siap berperan aktif dalam menjaga ruang digital yang aman dan nyaman bagi semua.



Komentar
Posting Komentar