UPR Selenggarakan Seminar "Mempersiapkan Mahasiswa Menghadapi Tantangan Global melalui Kompetisi dan Pembinaan" untuk Kembangkan Keterampilan Mahasiswa

Universitas Palangka Raya (UPR)

Universitas Palangka Raya (UPR), melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Jurusan Sosiologi, sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Mempersiapkan Mahasiswa Menghadapi Tantangan Global melalui Kompetisi dan Pembinaan” pada Jumat, 13 September 2024. Acara yang berlangsung dari pukul 07.30 hingga 11.00 WIB ini dihadiri oleh 85 mahasiswa jurusan Sosiologi FISIP UPR. Seminar ini dibuka oleh Wakil Dekan II FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) UPR, Dr. M. Doddy Syahirul Alam, S.E., M.Si., dan menghadirkan dua narasumber utama, yaitu drh. Rian Ka Praja, S.KH., M.Biomed., M.B.A., Ph.D., dan Paulus Tamba, S.P. Keduanya membagikan pandangan serta strategi tentang pentingnya kompetisi dan pembinaan bagi mahasiswa untuk menghadapi persaingan global yang semakin ketat.

Drh. Rian Ka Praja dalam paparan berjudul “Mempersiapkan Mahasiswa Menghadapi Tantangan Global melalui Kompetisi dan Pembinaan” menekankan bahwa kompetisi merupakan sarana penting untuk mengembangkan keterampilan mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa kompetisi tidak hanya meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah, tetapi juga mendorong kreativitas serta memperkuat keterampilan komunikasi. "Dunia saat ini penuh dengan kompetisi, dan mahasiswa harus siap bersaing secara global," ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya manajemen waktu yang efektif. “Jika kita menggunakan waktu kita dengan bijak, peluang untuk meraih prestasi akan semakin terbuka lebar,” tambahnya.

Sementara itu, Paulus Tamba membahas kiat dan strategi untuk membina mahasiswa mencapai prestasi puncak. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kompetensi tidak hanya penting untuk karier akademik, tetapi juga untuk membentuk karakter dan daya saing di dunia kerja. Paulus menguraikan lima langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi, termasuk partisipasi aktif dalam kegiatan akademik dan non-akademik, seperti seminar, pertukaran pelajar, magang, dan kompetisi internasional. "Mahasiswa harus mampu mengembangkan diri melalui berbagai peluang yang ada, termasuk membangun jaringan profesional yang dapat berguna di masa depan," katanya.

Kedua narasumber sepakat bahwa pembinaan yang baik, terutama dari pihak mentor dan dosen, memainkan peran krusial dalam membentuk karakter mahasiswa yang kompetitif. Mereka menekankan pentingnya memiliki sosok panutan atau mentor yang dapat membimbing mahasiswa dalam meraih potensi maksimal mereka. Paulus Tamba menegaskan, “Pembinaan bukan sekadar formalitas, tetapi harus dilakukan secara konsisten dan terencana agar mahasiswa dapat terus berkembang.”

Ketua Umum Panitia Kegiatan Seminar, Windi S. Ningrum, berharap seminar ini dapat menjadi titik tolak bagi mahasiswa UPR, khususnya di Jurusan Sosiologi, untuk lebih aktif dalam mengikuti kompetisi dan memanfaatkan kesempatan pembinaan yang ada. "Dengan persiapan yang matang, keterlibatan aktif dalam kegiatan akademik dan non-akademik, serta dukungan dari mentor, mahasiswa akan lebih siap menghadapi tantangan global di masa depan,” ungkap Windi.

Seminar yang berlangsung di Gedung Kuliah Merah Putih UPR ini diakhiri dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi untuk mendalami lebih jauh bagaimana mereka bisa memanfaatkan peluang kompetisi dan pembinaan yang telah dipaparkan oleh kedua narasumber. Dengan kegiatan ini, diharapkan mahasiswa UPR dapat memanfaatkan kesempatan yang ada untuk mengembangkan diri dan meningkatkan keterampilan mereka, sehingga dapat bersaing secara efektif dalam skala global dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa (wmp/18924).

Komentar