Pemkot Palangka Raya Gelar Operasi Pasar Elpiji 3 Kg, 200 Tabung Dijual dengan Harga Terjangkau
![]() |
| Tabung Gas LPG 3KG |
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP) bekerja sama dengan PT Pertamina Petra Niaga menggelar operasi pasar elpiji subsidi 3 kilogram. Operasi pasar ini berlangsung di Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya, Rabu (18/9), dengan menyediakan total 200 tabung LPG bersubsidi bagi masyarakat tidak mampu. Tabung-tabung elpiji ini dijual dengan harga Rp 22 ribu, jauh lebih murah dari harga pasar yang berkisar antara Rp 33 ribu hingga Rp 35 ribu per tabung.
Langkah ini diambil guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan bahan bakar yang harganya melonjak dalam beberapa waktu terakhir. Kepala DPKUKMP Palangka Raya, Samsul Rizal, S.P., M.Si., menjelaskan bahwa sebenarnya pasokan elpiji di pasaran sudah mencukupi. Namun, mekanisme pembelian yang baru melalui aplikasi dengan verifikasi KTP menyebabkan perubahan pola distribusi. Dalam sistem baru ini, setiap warga hanya diperbolehkan membeli satu tabung elpiji, yang membatasi pembelian oleh pengecer yang sebelumnya bisa mengambil dalam jumlah besar. "Penggunaan aplikasi dengan KTP ini membuat distribusi lebih terkontrol, namun ada dampaknya pada pengecer yang mengurangi jumlah pasokan ke pasar," ujar Samsul Rizal
Sebagai langkah tindak lanjut, DPKUKMP bersama Pertamina berencana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasaran untuk memastikan tidak ada pelanggaran, termasuk penggunaan elpiji 3 kilogram oleh restoran yang seharusnya tidak berhak menggunakan elpiji subsidi. “Operasi pasar ini diharapkan tepat sasaran, dan kami akan terus memantau keluhan masyarakat terkait pasokan dan harga elpiji di pasaran,” tambah Samsul Rizal. Kegiatan ini disambut baik oleh warga setempat. Retno, salah satu warga yang ikut antre untuk membeli elpiji, mengaku sangat terbantu dengan harga subsidi ini. "Di pasaran harganya sudah sampai Rp 35 ribu, tapi di sini saya bisa beli dengan harga Rp 22 ribu. Saya berharap operasi pasar seperti ini bisa lebih sering diadakan, agar harga bisa lebih terkendali," ujarnya.
Warga lainnya, Ahmad, juga merasakan manfaat dari operasi pasar ini. Ia menyatakan bahwa meskipun pembelian elpiji di pengecer kini membutuhkan aplikasi dengan persyaratan KTP, ia merasa senang dengan adanya operasi pasar karena bisa mendapatkan elpiji dengan harga lebih terjangkau. "Prosesnya cukup mudah, cukup membawa KTP, dan saya bisa mendapatkan gas elpiji dengan harga lebih murah," jelasnya. Operasi pasar ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan elpiji bersubsidi tepat sasaran, sehingga masyarakat yang paling membutuhkan dapat tetap merasakan manfaat subsidi yang diberikan pemerintah (wmp/19924).



Komentar
Posting Komentar