Pemerintah Kota Palangka Raya Terima 100 Bibit Ulin dari Orangutan Foundation Internasional, Upaya Pelestarian Pohon Khas Kalteng

Pemerintah Kota Palangka Raya menerima 100 bibit pohon ulin dari Orangutan Foundation Internasional (OFI) sebagai bagian dari upaya pelestarian pohon ulin yang kini hampir punah. Pohon ulin, yang dikenal sebagai salah satu spesies pohon khas Kalimantan Tengah, semakin langka akibat deforestasi dan penebangan liar. Inisiatif ini diharapkan dapat menghidupkan kembali populasi pohon ulin sekaligus menghijaukan lingkungan.

Penyerahan bibit ulin dilakukan oleh perwakilan Orangutan Foundation Internasional, Dorprawati Siburian, yang menyampaikan bahwa pihaknya ingin bersinergi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya untuk menghijaukan kawasan-kawasan yang tandus dan berpotensi dijadikan lokasi wisata. "Kami berharap dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk menghijaukan tempat-tempat tandus di Kota Palangka Raya, sehingga selain menciptakan udara yang segar, area tersebut juga bisa dikembangkan menjadi lokasi wisata alam. Pohon ulin adalah spesies yang hampir punah, dan kami ingin mendukung pelestarian ulin yang merupakan pohon khas Kalimantan Tengah," ungkap Dorprawati, Kamis (19/9/2024).

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Palangka Raya, Dr. Dra. Hera Nugrahayu, M.Si. menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Orangutan Foundation Internasional. Ia menjelaskan bahwa penyerahan bibit ulin ini merupakan hasil dari koordinasi yang intensif antara pemerintah kota dan organisasi tersebut. Hera mengungkapkan bahwa dirinya memiliki visi untuk menjadikan Palangka Raya sebagai "Kota Ulin", namun ia mengakui bahwa tantangan dalam merealisasikan impian tersebut cukup besar, mengingat pohon ulin tergolong langka dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk tumbuh.

"Dengan adanya 100 bibit ulin ini, kami berharap dapat memotivasi masyarakat untuk turut serta dalam menanam pohon, khususnya pohon ulin, demi menghijaukan lingkungan dan melestarikan keberadaan spesies pohon ini. Pelestarian ulin bukan hanya tentang menjaga kelestarian alam, tetapi juga menjaga identitas Kalimantan Tengah sebagai daerah yang kaya akan keanekaragaman hayati," kata Hera.

Hera juga menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun organisasi lingkungan, dalam menjaga kelestarian alam. "Ini adalah langkah awal yang baik, namun kita perlu bekerja sama secara berkelanjutan untuk memastikan kelangsungan hidup pohon ulin dan keberhasilan program penghijauan ini," tambahnya.

Usai menerima bibit ulin, Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu, langsung melakukan penanaman secara simbolis di lingkungan Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya. Kegiatan penanaman ini turut didampingi oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dra. Gloriana Aden, M.M.. Penanaman bibit ulin ini menandai dimulainya program penghijauan di kawasan tersebut, yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk turut berpartisipasi dalam upaya pelestarian pohon.

Penanaman ini menjadi bagian dari kampanye yang lebih luas untuk menjadikan Palangka Raya sebagai kota yang ramah lingkungan dan hijau. Dengan semakin banyaknya kawasan tandus yang dijadikan area penghijauan, diharapkan kualitas udara di kota tersebut dapat semakin membaik. Selain itu, Hera juga berharap bahwa pohon ulin dapat menjadi daya tarik wisata alam yang unik di Palangka Raya, mengingat pohon ini memiliki nilai sejarah dan ekologi yang penting bagi Kalimantan Tengah (wmp/21924).

Komentar