Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng, Willy Yoseph dan Habib Ismail Siap Adu Gagasan dengan Mahasiswa UPR
![]() |
| Dr. Ir. Willy M. Yoseph, M.M. & Habib Ismail Bin Yahya, M.Ec. (Sumber : Kalteng.co) |
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Dr. Ir. Willy M. Yoseph, M.M. dan Habib Ismail Bin Yahya, M.Ec. menyatakan kesiapannya untuk menghadapi tantangan adu gagasan yang diajukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR). Tantangan ini diharapkan menjadi ajang diskusi dan pertukaran gagasan antara kandidat dengan mahasiswa sebagai salah satu bagian dari proses Pilkada 2024. "Kami sangat siap. Ini merupakan bagian yang wajib dalam proses demokrasi, karena mahasiswa dan masyarakat ingin mengetahui pemahaman serta rekam jejak calon pemimpin mereka. Ini adalah cara yang baik untuk menguji wawasan dan visi kandidat," ujar Willy, setelah menghadiri acara 'Ku Desak Willy-Habib' pada Minggu, 8 September 2024.
Menurut Willy, kegiatan adu gagasan semacam ini seharusnya dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota di Kalteng. Namun, ia mengaku hingga saat ini belum menerima undangan resmi dari BEM UPR terkait tantangan tersebut. Willy juga menegaskan bahwa diskusi publik semacam ini penting untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kemampuan calon dalam memahami permasalahan daerah dan menawarkan solusi konkret. Sebelumnya, BEM UPR menantang empat pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Kalteng untuk mengikuti uji gagasan di hadapan mahasiswa sebagai salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kualitas demokrasi lokal. Presiden Mahasiswa BEM UPR, David Benedictus Situmorang, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji gagasan para kandidat tentang masa depan Kalimantan Tengah serta menguji keberanian mereka dalam menghadapi pemilih muda yang kritis dan penuh harapan.
"Kami ingin menilai siapa yang memiliki visi dan rencana terbaik untuk memimpin Kalimantan Tengah ke depan. Ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mendapatkan informasi langsung dari para kandidat," jelas David pada Jumat, 6 September 2024. David juga menambahkan bahwa BEM UPR telah menyusun kajian komprehensif yang berfungsi sebagai rekomendasi kebijakan strategis bagi pasangan calon yang terpilih nantinya. Kajian ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun program dan kebijakan pembangunan untuk Kalteng yang lebih baik.
Dr. Ir. Willy M. Yoseph, M.M., adalah seorang politikus yang memiliki rekam jejak panjang dan berpengaruh di panggung politik Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah. Sejak 2019, ia telah menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) mewakili daerah pemilihan Kalimantan Tengah, di mana perannya tidak hanya terbatas pada pengambilan keputusan di tingkat legislatif, tetapi juga dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerahnya. Sebelumnya, Willy menjabat sebagai Bupati Murung Raya selama dua periode berturut-turut, yakni dari 2003 hingga 2013. Di bawah kepemimpinannya, Kabupaten Murung Raya mengalami berbagai perubahan signifikan, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur dan pengembangan sumber daya alam yang berkelanjutan. Pada periode pertamanya, ia bersama Abu Thalib, wakil bupati kala itu, mengarahkan perhatian pada perbaikan pelayanan publik dan penguatan sektor ekonomi daerah. Pada periode kedua, Willy bekerja sama dengan Nuryakin sebagai wakil bupati, di mana keduanya menekankan pentingnya keberlanjutan pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. Tidak hanya unggul dalam dunia politik, karier akademik Willy M. Yoseph juga sangat menonjol. Ia meraih gelar Sarjana Kehutanan dari Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) pada tahun 1985, jurusan Teknologi Hasil Hutan. Keahlian akademisnya dalam bidang kehutanan ini selaras dengan potensi sumber daya alam yang melimpah di Kalimantan, terutama di sektor perkayuan dan hasil hutan lainnya. Ia kemudian melanjutkan studinya pada jenjang magister, di mana ia meraih gelar Magister Manajemen (M.M.) dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta pada tahun 1995. Prestasinya di bidang manajemen membekalinya dengan wawasan yang lebih luas dalam mengelola administrasi pemerintahan dan mengembangkan kebijakan publik yang berorientasi pada kemajuan daerah. Tidak berhenti sampai di sana, Willy juga melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral. Pada 2019, ia meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Pendidikan ini memperkaya pemahamannya tentang pentingnya peran pendidikan dalam pembangunan masyarakat, sekaligus memantapkan posisinya sebagai seorang pemimpin yang memahami bagaimana menghubungkan kebijakan pendidikan dengan kebutuhan pembangunan di daerah. Kombinasi pengalaman politik yang mendalam, keahlian dalam manajemen, serta pemahamannya yang luas tentang sektor kehutanan dan pendidikan menjadikan Dr. Ir. Willy M. Yoseph sebagai salah satu sosok yang berpengaruh dan dihormati di Kalimantan Tengah. Ia dikenal tidak hanya sebagai seorang politikus yang cakap, tetapi juga sebagai pemimpin yang peduli terhadap kemajuan pendidikan, pembangunan berkelanjutan, dan kesejahteraan masyarakat daerah.
Sedangkan Wakilnya adalah Habib Ismail Bin Yahya, M.Ec., merupakan sosok yang memiliki latar belakang kepemimpinan yang solid dan berpengalaman dalam pemerintahan dan politik. Selama periode 2016-2021, ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, di mana ia memainkan peran penting dalam pengembangan kebijakan daerah serta koordinasi program-program strategis pemerintah provinsi. Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Gubernur, Habib Ismail terlibat dalam berbagai inisiatif yang bertujuan untuk memajukan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat infrastruktur. Sebelum menjadi Wakil Gubernur, Habib Ismail menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari 2014 hingga 2015. Dalam perannya sebagai anggota DPD, ia terlibat aktif dalam berbagai pembahasan dan pengawasan kebijakan yang berkaitan dengan daerah pemilihan Kalimantan Tengah. Kontribusinya di DPD RI menunjukkan kemampuannya dalam menangani isu-isu regional dan mempengaruhi kebijakan nasional yang berdampak langsung pada daerah. Pada tahun 2020, Habib Ismail diangkat sebagai Pelaksana Tugas Gubernur Kalimantan Tengah, menggantikan H. Sugianto Sabran yang mengikuti tahapan pemilihan kepala daerah. Dalam kapasitas ini, ia memimpin provinsi selama periode transisi, memastikan kelancaran pemerintahan dan kontinuitas program-program yang telah berjalan. Pengalamannya sebagai Pelaksana Tugas Gubernur membekalinya dengan pemahaman mendalam mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Kalimantan Tengah dalam konteks pemerintahan daerah. Di bidang akademik, Habib Ismail memiliki gelar Magister Ilmu Ekonomi yang mendukung keahliannya dalam merancang dan menerapkan kebijakan ekonomi. Pendidikan ini memperkuat kemampuannya dalam menganalisis kondisi ekonomi daerah dan merumuskan strategi yang efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta mengatasi tantangan yang ada. Gelar Magister Ilmu Ekonomi yang diperolehnya memberikan landasan teoretis dan praktis yang kuat dalam pengambilan keputusan ekonomi dan manajerial. Secara keseluruhan, Habib Ismail Bin Yahya adalah pemimpin yang memiliki kombinasi pengalaman politik, kepemimpinan praktis, serta latar belakang akademik yang mendalam. Keberhasilannya dalam berbagai posisi, baik di tingkat provinsi maupun nasional, serta pemahamannya yang komprehensif mengenai ekonomi dan pemerintahan, menjadikannya sebagai salah satu tokoh yang berpengaruh dan kompeten dalam konteks kepemimpinan Kalimantan Tengah
David Benedictus Situmorang menekankan bahwa inisiatif adu gagasan ini merupakan upaya BEM UPR untuk meningkatkan kesadaran politik di kalangan pemilih muda dan memastikan bahwa mereka memilih pemimpin dengan bijaksana. Ia berharap dengan diadakannya uji gagasan ini, pemilih muda akan lebih terlibat aktif dalam proses Pilkada dan dapat membuat keputusan yang lebih baik.
"Kami ingin memastikan pemilih muda Kalteng menggunakan hak pilih mereka dengan cerdas dan bijaksana. Pemilih muda harus memahami gagasan dan visi para calon, bukan hanya terpaku pada popularitas semata," ungkap David.
BEM UPR berharap bahwa seluruh pasangan calon gubernur dan wakil gubernur akan merespons positif undangan resmi yang akan segera mereka kirimkan. "Kami berharap mereka mau menghadiri acara ini sebagai bagian dari komitmen mereka untuk terlibat aktif dalam proses demokrasi dan dialog dengan generasi muda," tutup David.
Empat pasangan calon yang dijadwalkan bersaing dalam Pilkada Kalteng 2024 antara lain H. Agustiar Sabran, S.Kom - H.Edy Pratowo, S.Sos., M.M kemudian ada Ir. H. Abdul Razak - Ir. H. Sri Suwanto, M.S. terdapat pula pasangan lain seperti H. Nadalsyah(Koyem) - H. Supian Hadi, S.I.Kom., M.Ec. dan tentunya Dr. Ir. Willy M Yoseph - Habib Ismail Bin Yahya, M.Ec. Setiap pasangan diharapkan dapat menyampaikan gagasan dan rencana kerja mereka di hadapan mahasiswa UPR, memberikan pandangan yang lebih jelas mengenai arah pembangunan Kalteng ke depan (wmp/10924).



Komentar
Posting Komentar