Maraknya Penggunaan Vape di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa di Kota Palangka Raya
![]() |
| Ilustrasi Vape (Rokok Elektrik) |
Penggunaan vape atau rokok elektrik semakin marak di kalangan pelajar dan mahasiswa di Kota Palangka Raya. Tren ini menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat, pendidik, dan pemerintah, mengingat dampaknya terhadap kesehatan serta perkembangan mental generasi muda. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh beberapa instansi di Kota Palangka Raya, peningkatan penggunaan vape di kalangan anak muda, terutama pelajar SMA dan mahasiswa, meningkat secara signifikan dalam dua tahun terakhir. Vape yang dianggap lebih modern dan “aman” oleh sebagian besar pengguna muda, kini banyak ditemukan di lingkungan sekolah dan kampus.
Salah satu mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa penggunaan vape sudah menjadi hal yang umum di kalangan teman-temannya. “Banyak teman saya yang beralih dari rokok ke vape karena dianggap lebih keren dan baunya tidak mengganggu. Vape juga lebih mudah didapatkan, termasuk melalui toko online,” ungkapnya. Meskipun sudah ada aturan terkait larangan penjualan rokok dan vape kepada anak di bawah umur, pengawasan dan penegakan hukum dinilai belum cukup efektif. Banyak toko yang masih menjual vape kepada pelajar tanpa memeriksa usia mereka, dan penjualan online yang semakin marak juga mempermudah akses remaja terhadap produk tersebut.
Meskipun dianggap lebih aman, vape tetap memiliki kandungan zat kimia berbahaya seperti nikotin dan perasa buatan. Penggunaan jangka panjang dapat merusak kesehatan paru-paru dan menyebabkan ketergantungan, terutama pada remaja yang otaknya masih berkembang," jelasnya. Dampak kesehatan lainnya, seperti gangguan pernapasan dan penurunan fungsi paru-paru, juga mulai dirasakan oleh pengguna vape jangka panjang.
Dampak sosial juga mulai terlihat, dengan penggunaan vape menjadi tren yang menormalisasi perilaku merokok di kalangan remaja. “Mereka menganggap ini gaya hidup modern, padahal pada akhirnya ini bisa merusak moral dan kesehatan mental karena menciptakan ketergantungan,” kata Psikolog Anak dan Remaja di salah satu kota Palangka Raya,. Ketergantungan pada nikotin yang terdapat dalam vape dapat menyebabkan penurunan konsentrasi dan prestasi belajar, serta mengganggu perkembangan kognitif pelajar.
Dengan terus meningkatnya tren penggunaan vape, berbagai pihak di Kota Palangka Raya diharapkan bisa segera bersinergi untuk menangani fenomena ini agar tidak berdampak buruk pada kesehatan generasi muda di masa depan (wmp/21924).



Komentar
Posting Komentar