Mahasiswa UPR Prodi Manajemen Lakukan Penelitian Pengembangan SDM yang Berkelanjutan di Wisata Kuliner Kum-Kum Palangka Raya
![]() |
| Mahasiswa UPR Prodi Manajemen Lakukan Penelitian Pengembangan SDM bersama Pemilik Wisata Kuliner Kum-Kum Palangka Raya, Bpk. Marcus Tuwan |
Wisata Kuliner Kum-Kum Palangka Raya menerima kunjungan mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) Program Studi Manajemen D Angkatan 2023 dalam rangka penelitian dan wawancara terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lokasi tersebut. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari tugas Mata Kuliah Manajemen SDM yang diampu oleh Ibu Aprilita, S.T., M.Si. Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa melakukan wawancara langsung dengan pemilik Wisata Kuliner Kum-Kum, Bapak Marcus Tuwan, untuk menggali informasi mengenai pengelolaan SDM yang diterapkan di usaha kuliner tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana Wisata Kuliner Kum-Kum mengelola SDM dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja operasional. Mahasiswa meneliti berbagai aspek pengelolaan karyawan, termasuk proses rekrutmen, pelatihan, pengembangan keterampilan, serta strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja karyawan. "Kami ingin memahami bagaimana manajemen Wisata Kuliner Kum-Kum merencanakan dan mengelola SDM untuk mendukung keberlangsungan usaha di sektor kuliner," ujar salah satu mahasiswa yang terlibat dalam penelitian.
Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok penelitian ini adalah Andara Casanova, Ahmad Diki Darmawan, Claodio Caniggia, Pebri Rahman, Taufiqurahim Asaman, dan Yudi Aprionsa. Mereka memiliki tujuan utama untuk memahami lebih dalam mengenai bagaimana manajemen Wisata Kuliner Kum-Kum Palangka Raya mengelola sumber daya manusia (SDM) guna meningkatkan kualitas pelayanan serta mendukung kinerja operasional bisnis.
![]() |
| Proses Wawancara oleh beberapa Mahasiswa Prodi Manajemen kepada Pemilik Wisata Kuliner Kum-Kum Palangka Raya, Bpk. Marcus Tuwan |
Dalam penelitian tersebut, para mahasiswa memfokuskan diri pada berbagai aspek pengelolaan SDM, termasuk proses rekrutmen karyawan yang diterapkan di Wisata Kuliner Kum-Kum. Mereka meneliti bagaimana manajemen menentukan kriteria calon karyawan, metode seleksi, hingga strategi penempatan karyawan berdasarkan keahlian masing-masing. Proses rekrutmen yang efektif sangat penting untuk memastikan bahwa karyawan yang direkrut memiliki keterampilan dan sikap kerja yang sesuai dengan standar pelayanan yang ditetapkan. Selain itu, mahasiswa juga mempelajari program pelatihan yang diberikan kepada karyawan. Mereka ingin memahami bagaimana manajemen Wisata Kuliner Kum-Kum berupaya meningkatkan kompetensi dan keterampilan karyawan melalui pelatihan rutin. Pelatihan ini mencakup peningkatan kualitas layanan, pemahaman tentang produk kuliner, serta keterampilan komunikasi dalam melayani pengunjung. Program pelatihan yang baik diharapkan dapat membantu meningkatkan performa karyawan secara keseluruhan dan memastikan bahwa mereka mampu memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.
Dalam aspek pengembangan keterampilan, para mahasiswa meneliti bagaimana Wisata Kuliner Kum-Kum memberikan peluang bagi karyawan untuk terus berkembang. Pengembangan ini mencakup pemberian kesempatan bagi karyawan untuk naik jabatan atau mengambil peran yang lebih bertanggung jawab dalam operasional sehari-hari. Manajemen juga memberikan dukungan bagi karyawan yang ingin mengasah keterampilan baru yang relevan dengan pekerjaan mereka.
Strategi untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja karyawan juga menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Mahasiswa mendalami bagaimana Wisata Kuliner Kum-Kum menjaga motivasi karyawan melalui pemberian insentif, evaluasi kinerja berkala, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Mereka meneliti sejauh mana manajemen memperhatikan kesejahteraan karyawan, baik dari sisi finansial maupun non-finansial, sebagai bagian dari upaya untuk mempertahankan karyawan berprestasi dan mendorong produktivitas yang lebih tinggi.
Dalam wawancara tersebut, Bapak Marcus Tuwan menjelaskan bahwa pengelolaan SDM di Kum-Kum tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan operasional, tetapi juga pada pengembangan karyawan agar mereka dapat memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung. "Kami berupaya untuk terus meningkatkan keterampilan karyawan melalui pelatihan rutin dan memberikan ruang bagi mereka untuk berkembang," ungkap Marcus Tuwan. Ia juga menjelaskan tantangan yang dihadapi dalam mengelola SDM, terutama dalam menciptakan keseimbangan antara kinerja yang efektif dan lingkungan kerja yang kondusif.
Mahasiswa juga tertarik untuk mempelajari bagaimana strategi manajemen SDM di Wisata Kuliner Kum-Kum membantu usaha tersebut bertahan di tengah persaingan bisnis kuliner yang ketat di Palangka Raya. Bapak Marcus Tuwan memaparkan bahwa pendekatan yang digunakan meliputi peningkatan kompetensi melalui pelatihan internal, pengelolaan hubungan kerja yang baik “Kesejahteraan karyawan menjadi perhatian kami, karena karyawan yang merasa dihargai akan berkontribusi lebih baik dalam melayani pengunjung, karena Tamu adalah Raja” tambahnya.
Dengan adanya kunjungan dan penelitian ini, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai manajemen SDM, terutama dalam konteks usaha kuliner di Palangka Raya. Mereka juga diharapkan mampu menawarkan rekomendasi berdasarkan hasil penelitian untuk membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan SDM di Wisata Kuliner Kum-Kum.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antara dunia akademik dan dunia usaha, serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan usaha lokal di Palangka Raya (wmp/11924).
.jpeg)



Komentar
Posting Komentar