Kompetisi Memanas di Pilwali Palangka Raya: Fairid Naparin-Zaini vs. Rojikinnor-Vina Panduwinata dalam Perebutan Kursi Kepemimpinan

Fairid Naparin, S.E. & Ir. H. Achmad Zaini, M.P. (Sumber : Prokalteng.com)

Perebutan kursi kepemimpinan di Kota Palangka Raya diprediksi akan berlangsung sengit dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota (Pilwali) yang akan diadakan pada 27 November 2024. Kompetisi ini akan menampilkan adu taktik antara koalisi besar yang mendukung pasangan petahana Fairid Naparin-Achmad Zaini dan pasangan penantang Rojikinnor-Vina Panduwinata.

Dukungan politik untuk kedua pasangan calon ini sangat mencolok. Pasangan Fairid-Zaini didukung oleh koalisi gemuk yang terdiri dari Partai Golkar, Demokrat, NasDem, PKB, Gerindra, Perindo, PSI, Hanura, PKS, PPP, Partai Buruh, PBB, dan Partai Ummat. Sebaliknya, Rojikin-Vina hanya mendapatkan dukungan dari PAN, PDIP, Garuda, dan PKN. Meskipun memiliki koalisi yang lebih besar, keberhasilan Fairid-Zaini dalam Pilwali belum tentu terjamin, karena politik adalah arena yang dinamis dan suara pemilih bisa berubah sewaktu-waktu. Kemenangan akan diraih oleh pasangan yang berhasil menerapkan strategi efektif dalam menarik hati pemilih, baik pemilih rasional maupun tradisional di Kota Cantik ini.

Pengamat politik dan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR), Dr. Ricky Zulfauzan, S.Sos., M.IP. mengungkapkan bahwa Pilwali Palangka Raya tahun ini sangat menarik untuk diamati. “Karena hanya diikuti oleh dua pasangan calon yang akan bersaing langsung, pertarungan suara di antara kecamatan-kecamatan di Palangka Raya dipastikan akan berlangsung seru,” ujar Ricky kepada Tabengan, Selasa (10/9).

Berdasarkan rilis terbaru dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palangka Raya, Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk Pilkada kali ini mencatat jumlah pemilih sebanyak 218.567 jiwa, dengan 415 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dari jumlah tersebut, terdapat 108.250 pemilih perempuan dan 110.317 pemilih laki-laki. DPS mengalami peningkatan dibandingkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2024 yang tercatat sebanyak 211.423 jiwa.

Dr. H. Rojikinoor, S.E., M.Si. & Vina Panduwinata, S.Sos., M.A.P (Sumber : Borneonews)

DPS terbesar terdapat di Kecamatan Jekan Raya dengan 113.602 pemilih dan 208 TPS, diikuti oleh Pahandut dengan 72.494 pemilih dan 129 TPS, Sabangau dengan 18.845 pemilih dan 39 TPS, Bukit Batu dengan 10.706 pemilih dan 29 TPS, serta Kecamatan Rakumpit dengan 2.920 pemilih dan 10 TPS. Ricky Zulfauzan menjelaskan bahwa Kota Palangka Raya memiliki keunikan tersendiri. “Kota ini merupakan pusat pendidikan di Kalimantan Tengah, dengan tingkat pendidikan yang relatif tinggi. Pemilih di sini cenderung lebih terpapar informasi dan lebih rasional dalam memilih,” tuturnya.

Menurut Ricky, pemilih di Palangka Raya cenderung tidak memilih berdasarkan ikatan kesukuan, agama, atau faktor primordial lainnya. Mereka lebih memilih berdasarkan pertimbangan rasional dan gagasan politik. Namun, ada potensi politik transaksional di Kecamatan Sabangau, Bukit Batu, dan Rakumpit, sedangkan Jekan Raya dikenal dengan pemilih rasional yang lebih sulit dipengaruhi, dan Pahandut memiliki potensi untuk pemilih tradisional. Ricky menilai bahwa peluang bagi kedua pasangan calon dalam merebut hati pemilih cukup seimbang. Meskipun pasangan Fairid-Zaini didukung oleh koalisi besar, pasangan Rojikin-Vina yang menggandeng Vina Panduwinata, berpotensi menarik pemilih Kristen dan kaum perempuan di kota ini. "Meskipun pengaruhnya tidak terlalu besar, pemilih Kristen cenderung memilih berdasarkan gagasan dan kualitas, bukan identitas agama," imbuh Ricky.

Ia juga menambahkan bahwa hingga saat ini, suara masih cenderung mengarah ke Fairid Naparin. “Selama menjabat, Fairid tidak memiliki masalah besar dan dianggap memiliki rekam jejak yang baik sebagai orang yang berpendidikan. Ini menjadi faktor penentu bagi pemilih rasional,” jelasnya. Di sisi lain, Rojikin dan Vina masih memiliki kesempatan untuk meraih suara. Rojikin yang memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dapat memanfaatkan pola-pola baru, seperti diskusi publik untuk menyampaikan visi dan misi tanpa banyak gimik yang bisa mengaburkan substansi.

“Diskusi publik harus fokus pada gagasan dan program kerja, tanpa menyerang calon lain, untuk menjaga substansi dialog tetap kuat,” ujar Ricky. Ia juga menyarankan agar Rojikin-Vina memanfaatkan dukungan dari tokoh seperti mantan Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia, untuk mendulang suara di Pahandut, yang selama ini sangat diperhatikan oleh Riban. Rojikin sendiri menyebutkan bahwa ia telah menjalankan pola-pola untuk meraih suara melalui diskusi dan blusukan ke masyarakat. “Kami telah terjun langsung untuk mendengar aspirasi warga. Kemarin, saya menjadi pembicara di Asean Youth Movement dan telah berkunjung ke berbagai komunitas untuk mendengar langsung dari pemilih,” ujarnya.

Sementara itu, pendamping Fairid, Achmad Zaini, belum memberikan respons terkait perkembangan terbaru hingga berita ini diturunkan. Dengan persaingan yang semakin ketat, Pilwali Palangka Raya dipastikan akan menjadi pertarungan yang menarik untuk disaksikan, dengan kedua pasangan calon berusaha keras untuk merebut hati pemilih di Kota Cantik.

Komentar