Kebakaran Bangunan Kosong di Palangka Raya Meningkat, Dinas Pemadam Kebakaran Ajak Masyarakat Aktifkan Siskamling
![]() |
| Ilustrasi Kebakaran Rumah |
Menyikapi semakin maraknya kebakaran bangunan kosong di Kota Palangka Raya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Palangka Raya, Dra. Gloriana, M.M., mengimbau masyarakat untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) di wilayah masing-masing. Imbauan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Gloriana menjelaskan bahwa belakangan ini terdapat indikasi bahwa beberapa kebakaran yang terjadi bukanlah kecelakaan, melainkan disebabkan oleh unsur kesengajaan. Sejak Januari hingga saat ini, tercatat 65 kejadian kebakaran, dan sebagian besar dari kejadian tersebut diduga sengaja dibakar.
"Kejanggalan pada kejadian kebakaran ini mulai terlihat dalam dua hingga tiga bulan terakhir, terutama yang melibatkan rumah kosong, barak, kios, dan pos siskamling yang ditinggalkan tanpa pengawasan," ujarnya. Kebakaran terbaru terjadi di Jalan Rajawali III pada Sabtu (21/9/2024) dini hari, di mana sebuah rumah kosong milik seorang warga setempat terbakar hebat. Menurut penuturan salah seorang saksi mata, I Gusti Putu Tama, sebelum kebakaran, terdengar beberapa kali suara ledakan dan api yang muncul dari bagian bawah rumah.
"Istri saya keluar untuk buang air kecil dan menanyakan suara ledakan itu. Saya saat itu tidur di ruang tengah. Ketika melihat keluar, ternyata rumah itu terbakar. Istri saya langsung teriak kebakaran," kisahnya, menggambarkan momen menegangkan tersebut. Rumah yang terbakar diketahui milik seorang pensiunan Kantor Kejaksaan yang telah meninggal dunia dan dibiarkan kosong dalam waktu yang lama. Kejadian ini menambah deretan kebakaran yang menyita perhatian masyarakat dan pihak berwenang.
Pihak kepolisian kini tengah menyelidiki pola dari teror kebakaran rumah kosong ini. Untuk itu, mereka mengimbau masyarakat Kota Palangka Raya yang memiliki bangunan tidak ditinggali agar selalu waspada. Masyarakat diminta untuk secara rutin memeriksa kondisi bangunan mereka atau meminta bantuan dari keluarga atau tetangga untuk menjaga bangunan tersebut. "Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Dengan mengaktifkan siskamling, kita bisa saling menjaga dan melaporkan aktivitas mencurigakan yang dapat mengarah pada kebakaran," tambah Gloriana.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara masyarakat dan aparat terkait, agar potensi kebakaran dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat. Dengan langkah-langkah preventif dan kerjasama yang baik, diharapkan kasus kebakaran bangunan kosong dapat berkurang, dan keamanan lingkungan dapat terjaga dengan lebih baik (wmp/23924).



Komentar
Posting Komentar