Kasus Karhutla Masih Terjadi Meski Hujan Turun, Palangka Raya Siaga Penuh
![]() |
| Ilustrasi Kebakaran Lahan (Sumber : Detiknews.com) |
Meskipun cuaca saat ini sedang dilanda kemarau basah dengan intensitas hujan yang cukup sering, kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di beberapa wilayah Kelurahan di Kota Palangka Raya tetap marak terjadi. Fenomena ini menunjukkan bahwa meski curah hujan meningkat, ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah ini masih belum bisa dianggap remeh. Tim Emergency Response dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya terus berjibaku mengendalikan titik-titik api yang berpotensi meluas ke kawasan permukiman warga. Upaya pemadaman secara intensif dilakukan untuk mencegah api semakin membesar dan membahayakan penduduk.
Menurut Camat Pahandut, Said Zain Bachin, pihak kecamatan bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (BPKP) Kota Palangka Raya serta berbagai pihak terkait dalam menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya Karhutla. "Kami secara rutin memberikan pemahaman kepada masyarakat akan dampak dari kebakaran hutan dan lahan, termasuk upaya pencegahan kebakaran di wilayah permukiman," jelas Said Zain Bachin Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa meski kondisi cuaca tergolong kemarau basah, yang ditandai dengan adanya hujan sesekali, ancaman kebakaran masih tetap tinggi. Dalam menghadapi situasi ini, pihak Kecamatan Pahandut memperkuat Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) dengan pelatihan intensif serta kolaborasi bersama BPBD Kota Palangka Raya. "Kami terus memperkuat pelatihan bagi TSAK di setiap Kelurahan dan bekerja sama dengan tim Emergency Response BPBD agar siap siaga dalam menangani kebakaran," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Emergency Response BPBD Kota Palangka Raya, Jean Stive, menegaskan bahwa timnya siap bergerak 24 jam penuh untuk menangani setiap permasalahan yang muncul di lapangan, khususnya yang terkait dengan kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman. Dengan sistem komunikasi yang sudah terintegrasi melalui grup WhatsApp, tim Emergency Response dapat merespons dengan cepat setiap laporan yang masuk dari masyarakat. "Kami terus siaga selama 24 jam dan siap melakukan tindakan segera dalam mengatasi segala persoalan yang timbul di masyarakat, baik yang menyangkut Karhutla maupun kebakaran permukiman. Laporan yang kami terima dari masyarakat akan langsung direspon agar masalah dapat segera ditangani sebelum meluas," ujar Jean Stive.
Meskipun beberapa wilayah di Kota Palangka Raya masih mengalami hujan, beberapa titik di Kelurahan seperti Petuk Katimpun, Bukit Tunggal, Mahir Mahar, hingga Jalan Tjilik Riwut Kelurahan Marang tetap menjadi kawasan rawan Karhutla. Daerah-daerah ini sering kali mengalami kebakaran hutan dan lahan, baik yang disebabkan oleh kondisi alam maupun ulah manusia yang lalai atau sengaja membakar lahan untuk kepentingan tertentu.
Wilayah seperti Kelurahan Petuk Katimpun, Kelurahan Bukit Tunggal, hingga lingkar luar Mahir Mahar menjadi pusat perhatian dalam penanganan Karhutla. Faktor alam, seperti kondisi vegetasi yang mudah terbakar dan angin yang kencang, sering kali memperburuk situasi, meskipun hujan turun di beberapa kesempatan. Namun, selain faktor alam, tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab, seperti membuka lahan dengan cara membakar, menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. Hal ini menambah kompleksitas dalam penanganan Karhutla di wilayah Palangka Raya. Upaya preventif melalui sosialisasi dan patroli rutin telah dilakukan oleh pihak berwenang, tetapi tindakan preventif ini sering kali tidak cukup untuk menahan laju kebakaran yang dipicu oleh faktor eksternal. Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama di daerah rawan, menjadi kunci penting dalam pencegahan Karhutla.
Selain memperkuat tim pemadam dan sosialisasi, pihak Kecamatan Pahandut juga telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk menangani potensi kebakaran di wilayah Palangka Raya. Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, BPBD, dan warga, diharapkan bencana kebakaran ini dapat segera diatasi sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar.
Meski menghadapi tantangan yang cukup berat, upaya untuk menjaga wilayah Palangka Raya dari bencana Karhutla terus dilakukan. Langkah-langkah strategis dalam pengelolaan lahan dan pemadaman kebakaran menjadi prioritas utama dalam melindungi lingkungan dan keselamatan warga. Dengan demikian, masyarakat diharapkan tetap waspada dan proaktif dalam melaporkan potensi kebakaran kepada pihak berwenang agar bencana ini bisa diatasi sedini mungkin.
Kota Palangka Raya saat ini sedang dalam kondisi siaga penuh, dan berbagai pihak, baik pemerintah, tim tanggap darurat, hingga masyarakat, terus berupaya untuk mengatasi ancaman kebakaran yang bisa saja kembali terjadi kapan saja (wmp/07924).



Komentar
Posting Komentar