FKIP UPR Teliti Kecemasan Berbicara pada Pembelajaran Bahasa Inggris Mahasiswa

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (FKIP UPR)

Sekelompok Tim akademisi dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Palangka Raya (FKIP UPR) tengah melaksanakan penelitian mengenai kecemasan berbicara (speaking anxiety) pada mahasiswa yang mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini dipimpin oleh Maida Norahmi dan bertujuan untuk memahami bagaimana kecemasan, termasuk stres, tekanan, dan ketakutan, dapat mempengaruhi proses pembelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan kuisioner Kecemasan Berbicara Bahasa Asing (FLSAQ) yang dikembangkan oleh Ozturk dan Gurbuz. Fokus penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kecemasan berbicara di kalangan 29 mahasiswa yang terdaftar dalam mata kuliah "Basic English Speaking" di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP UPR. Pemilihan responden dilakukan melalui teknik purposive sampling, mengingat mahasiswa di kelas tersebut menunjukkan karakteristik kecemasan dan kekhawatiran dalam berbicara Bahasa Inggris.

“Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai tingkat kecemasan berbicara Bahasa Inggris dan faktor dominan yang menyebabkannya,” kata Maida Norahmi, S.Pd., M.Pd.. Dia menambahkan bahwa dengan mengeksplorasi kecemasan ini, penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemahaman fenomena kecemasan berbicara dalam konteks pembelajaran bahasa asing. Kecemasan berbicara sering kali memanifestasikan diri secara psikologis melalui peningkatan rasa takut, kenangan buruk, dan rasa malu. Secara fisik, mahasiswa mungkin mengalami tangan berkeringat, mulut kering, dan jantung berdebar saat berbicara. “Kecemasan ini mempengaruhi kinerja mahasiswa dalam belajar dan berdampak pada nilai mereka, baik dalam berbicara maupun pada pelajaran Bahasa Inggris secara keseluruhan,” jelas Maida Norahmi pada Selasa (17/9/2024).

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memperkaya literatur yang ada mengenai kecemasan berbicara serta memberikan referensi bagi peneliti di masa depan yang tertarik dengan topik serupa. “Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan kesadaran pembelajar bahasa terhadap kecemasan berbicara Bahasa Inggris dan membantu mereka memahami masalah yang dihadapi serta mencari solusi untuk meningkatkan efektivitas metode pembelajaran,” tambahnya. Tim peneliti FKIP UPR yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari Tampung N. Saman, Susan Ira Nova, Lesly MC Meka, dan Richard Ferry Nugraha. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai cara mengatasi kecemasan berbicara di kalangan mahasiswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di masa mendatang (wmp/20924).

Komentar