Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya Gelar Pelatihan Teknik Pemadaman Api bagi Mahasiswa UPR

Ilustrasi Pemadaman Kebakaran (Sumber Foto: Detikcom)

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Universitas Palangka Raya (UPR) menyelenggarakan pelatihan teknik pemadaman api bagi mahasiswa. Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan dalam menghadapi situasi kebakaran ini diadakan di halaman Fakultas Kedokteran UPR pada Minggu (15/9/2024) dan diikuti oleh 50 mahasiswa dari berbagai fakultas. Pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dan pengalaman langsung kepada para peserta dalam menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta teknik pemadaman tradisional. Selain itu, mahasiswa juga diberikan simulasi penanganan kebocoran tabung gas LPG, yang sering menjadi penyebab utama kebakaran di lingkungan rumah tangga.

Menurut penjelasan para instruktur dari Damkar, penggunaan APAR sangat penting dalam upaya memadamkan kebakaran di tahap awal. Teknik ini memungkinkan api untuk dikendalikan sebelum menyebar lebih luas. Di samping itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan teknik pemadaman tradisional menggunakan karung goni basah sebagai alternatif ketika APAR tidak tersedia. Pada sesi simulasi kebocoran tabung gas LPG, mahasiswa diajarkan cara mendeteksi kebocoran dan langkah-langkah awal yang harus dilakukan, termasuk cara menangani situasi darurat untuk mencegah kebakaran besar akibat gas yang bocor. "Pengetahuan tentang penanganan kebocoran gas sangat penting karena insiden ini kerap kali menjadi faktor pemicu kebakaran di rumah tangga," jelas salah satu instruktur.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, Dra. Gloriana Aden, M.M., dalam sambutannya menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, terutama generasi muda. "Pelatihan ini membekali mahasiswa dengan keterampilan dasar yang sangat penting dalam menghadapi situasi kebakaran. Dengan kemampuan yang dimiliki, mereka bisa bertindak cepat dan tepat dalam upaya pencegahan dan pemadaman api," ujar Gloriana Aden. Ia berharap para peserta pelatihan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan mereka masing-masing dengan menyebarkan informasi dan pengetahuan yang telah diperoleh. "Kami berharap mahasiswa yang sudah mengikuti pelatihan ini tidak hanya mampu melindungi diri mereka sendiri, tetapi juga membantu menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan sekitarnya," tambahnya.

Gloriana Aden juga menekankan bahwa upaya pencegahan kebakaran harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk mengutamakan keselamatan, khususnya di lingkungan tempat tinggal. "Pencegahan adalah kunci utama dalam menghindari kerugian yang lebih besar akibat kebakaran," pungkasnya. Dengan pelatihan ini, diharapkan mahasiswa UPR dapat menjadi lebih siap dalam menghadapi situasi darurat serta mampu berkontribusi dalam mengurangi risiko kebakaran di masyarakat (wmp/16924).

Komentar