Anggota DPRD Palangka Raya, Erlan Audri Dorong Peran Organisasi Mahasiswa dan Ekstrakurikuler untuk Cegah Kenakalan Remaja
![]() |
| Anggota DPRD Palangka Raya, Erlan Audri, S.H. |
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palangka Raya, Erlan Audri, S.H., meyakini bahwa organisasi kemahasiswaan seperti Mapala (Mahasiswa Pecinta Alam) dan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah memiliki peran penting dalam menekan angka kenakalan remaja di wilayah Palangka Raya. Menurutnya, organisasi-organisasi tersebut dapat menjadi wadah bagi para remaja dan mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan positif, sekaligus menjauhkan mereka dari pengaruh negatif. "Organisasi kemahasiswaan dan ekstrakurikuler memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan siswa untuk beraktivitas secara produktif dan positif, sehingga menghindarkan mereka dari hal-hal negatif yang dapat merusak masa depan mereka," ujar Erlan. Ia menambahkan bahwa melalui aktivitas-aktivitas yang diadakan oleh organisasi tersebut, mahasiswa dan siswa dapat diarahkan untuk mengembangkan diri dalam berbagai bidang, seperti olahraga, seni, pengembangan sosial, dan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat lainnya.
Lebih lanjut, Erlan menegaskan pentingnya peran Perguruan Tinggi, Dinas Pendidikan, dan sekolah-sekolah dalam mendorong partisipasi mahasiswa dan siswa dalam kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan dan ekstrakurikuler memiliki potensi besar dalam membentuk karakter dan kepribadian remaja melalui serangkaian kegiatan positif. "Perguruan tinggi dan sekolah harus terus mendorong mahasiswa dan siswa untuk lebih aktif dalam mengikuti organisasi dan ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan positif ini sangat membantu dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka," ungkapnya. Menurut legislator Palangka Raya ini, kegiatan yang ditawarkan oleh organisasi kemahasiswaan dan ekstrakurikuler, seperti kegiatan sosial, olahraga, seni, dan pengembangan diri, mampu menjadi saluran bagi remaja untuk menyalurkan energi mereka secara positif. "Organisasi dan ekstrakurikuler dapat menjadi tempat di mana remaja mengembangkan potensi diri, menyalurkan bakat dan minat, serta membangun karakter yang positif," tambah Erlan.
Selain itu, Erlan Audri juga menekankan pentingnya peran orang tua dan guru dalam mendampingi dan mengawasi remaja agar terhindar dari pengaruh negatif. Menurutnya, kenakalan remaja tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau sekolah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dipikul oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua dan guru. "Orang tua dan guru harus aktif dalam membimbing dan mengawasi anak-anak mereka, agar terhindar dari perilaku menyimpang. Dengan adanya pengawasan yang baik, remaja dapat terhindar dari pengaruh negatif," jelas Erlan.
Ia menekankan bahwa pencegahan kenakalan remaja membutuhkan kerjasama yang erat antara berbagai pihak. "Pencegahan kenakalan remaja merupakan tanggung jawab bersama, baik dari pemerintah, orang tua, guru, maupun organisasi masyarakat," tegasnya. Meskipun demikian, Erlan juga meminta agar pemerintah kota lebih sering mengadakan kegiatan atau perlombaan yang melibatkan organisasi kemahasiswaan dan ekstrakurikuler. Menurutnya, hal ini dapat memacu semangat remaja untuk terus aktif dalam mengasah kemampuan dan minat mereka saat bergabung dalam organisasi tersebut. "Saya harap pemerintah kota dapat rutin menggelar kegiatan atau perlombaan yang melibatkan organisasi kemahasiswaan dan ekstrakurikuler. Kegiatan-kegiatan semacam ini sangat penting untuk menjaga semangat remaja dalam mengasah kemampuan mereka," tuturnya.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Erlan optimis bahwa angka kenakalan remaja di Palangka Raya dapat ditekan. Ia berharap organisasi kemahasiswaan dan ekstrakurikuler terus berkembang sebagai wadah yang memfasilitasi perkembangan karakter, kreativitas, dan potensi remaja, sekaligus menjauhkan mereka dari perilaku yang merugikan. Diharapkan melalui sinergi yang baik antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, orang tua, dan masyarakat, para remaja di Palangka Raya dapat tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berprestasi, dan memiliki karakter yang baik, serta terhindar dari segala bentuk kenakalan dan perilaku menyimpang (wmp/21924).



Komentar
Posting Komentar