Diduga Pungli dan Misjadwal, Demonstrasi Mahasiswa FEB Berujung Pengunduran Diri Dosen di Universitas Palangka Raya
![]() |
| Kondisi Demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa Mahasiswa di sekitar halaman kampus, Diduga adanya Pelanggaran terhadap jadwal kuliah dan pungutan liar (Pungli) |
Palangka Raya - Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan aksi demonstrasi di dalam kampus untuk menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan seorang oknum dosen yang dianggap sangat sangat merugikan mahasiswa. Aksi ini dilaksanakan secara damai, namun memiliki dampak signifikan, mengingat tuntutan yang disampaikan berujung pada keputusan pada oknum dosen tersebut untuk mengundurkan diri secara sukarela dari posisinya sebagai pengajar di fakultas tersebut.
Aksi yang berlangsung di halaman kampus FEB UPR ini dipimpin oleh Sdr. Herman Fland Dakhi, dalam hal ini merupakan Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan dihadiri oleh ratusan mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Mereka mengangkat berbagai spanduk dan poster yang berukuran besar dan mengecam kebijakan-kebijakan dosen tersebut, yang dinilai tidak hanya merugikan secara akademis tetapi juga memberikan beban finansial kepada mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomi dam Bisnis.
.jpeg)
Unjuk Rasa dilakukan Oleh Mahasiswa FEB UPR dimana Mahasiswa menyebut tindakan ini sebagai pungutan liar (pungli) yang tidak seharusnya terjadi di lingkungan akademis.
Salah satu kebijakan yang paling disorot oleh para mahasiswa adalah permintaan hak paten yang diajukan oleh dosen tersebut untuk modul pengajaran yang ia buat. Modul ini, yang seharusnya menjadi bahan ajar yang bebas diakses oleh mahasiswa, justru menjadi alat bagi dosen tersebut untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Mahasiswa menyebut tindakan ini sebagai pungutan liar (pungli) yang tidak seharusnya terjadi di lingkungan akademis. Mereka merasa bahwa kebijakan tersebut menghambat proses belajar mengajar dan menciptakan ketidakadilan dalam akses terhadap materi pendidikan.
Selain masalah hak paten modul, mahasiswa juga memprotes kebijakan dosen tersebut yang menetapkan jadwal kuliah tambahan pada hari Sabtu. Kebijakan ini dianggap tidak masuk akal karena mengganggu waktu istirahat dan kegiatan pribadi mahasiswa. Sabtu, yang seharusnya menjadi hari libur dan kesempatan bagi mahasiswa untuk beristirahat atau melakukan kegiatan lain di luar akademik, justru digunakan untuk perkuliahan tambahan yang tidak diwajibkan oleh kebijakan kampus secara umum.
“Kami merasa kebijakan yang diterapkan oleh dosen tersebut tidak adil dan hanya merugikan kami sebagai mahasiswa. Hak paten untuk modul seharusnya tidak dijadikan alat untuk keuntungan pribadi, dan jadwal kuliah yang tidak wajar sangat mengganggu keseimbangan kehidupan kami,” ucap Herman Fland Dakhi dalam orasinya di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir pada Sabtu, (31/8/2024).
Situasi semakin memanas ketika mahasiswa menyampaikan bahwa mereka tidak akan menghentikan demonstrasi hingga dosen tersebut mencabut kebijakannya atau mengundurkan diri dari posisinya. Menanggapi tekanan dari mahasiswa, dosen yang menjadi sasaran demonstrasi akhirnya memutuskan untuk mengumumkan pengunduran dirinya. Pengumuman ini disampaikan langsung di tengah-tengah aksi, yang segera disambut dengan tepuk tangan dan sorak sorai dari para mahasiswa yang hadir.
Pihak Fakultas Ekonomi dan Bisnis melalui Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Sunaryo Neneng Tuah, S.E., M.P., mengomentari dan memberikan penyataan resmi melalui pers bahwa "situasi ini dengan menyatakan fakultas sangat menghormati keputusan yang diambil oleh dosen tersebut" ucapnya kepada media. Ia juga menegaskan bahwa pihak fakultas akan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan agar proses belajar mengajar di FEB UPR tidak terganggu dan berjalan dengan baik.
Aksi demonstrasi yang berlangsung selama beberapa jam ini akhirnya ditutup dengan damai setelah pengumuman pengunduran diri dosen tersebut. Para mahasiswa merasa bahwa aksi mereka telah berhasil membawa perubahan yang positif dan berharap agar situasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat kembali kondusif baik dalam permatakuliahan dan kehidupan berkampus. Mereka juga berharap bahwa tidak ada lagi kebijakan serupa yang merugikan mahasiswa di masa mendatang, sehingga lingkungan akademis di UPR dapat terus mendukung pengembangan intelektual dan kesejahteraan mahasiswa.



Komentar
Posting Komentar