IAKN Palangka Raya sukses menyelenggarakan Seminar Internasional di Palangka Raya
![]() |
| Institut Agama Kristen Negeri, Palangka Raya |
Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya sukses menyelenggarakan “The 3rd International Conference on Christian and Inter Religious Studies” pada 20-22 Juni 2024 di Hotel M Bahalap Palangka Raya. Seminar internasional ini menjadi platform penting untuk pertukaran informasi, pengalaman, dan ilmu pengetahuan di berbagai bidang, terutama dalam konteks globalisasi dan digitalisasi yang semakin pesat.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd, yang hadir mewakili Menteri Agama Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Dr. Tulung menekankan betapa pentingnya seminar ini sebagai ajang untuk saling bertukar ilmu dan memperluas wawasan di era globalisasi. “Seminar ini merupakan kesempatan emas untuk memperdalam pemahaman mengenai berbagai topik yang dibahas dan mengaplikasikan pengetahuan yang didapat di lingkungan masing-masing. Saya berharap acara ini juga dapat mempererat hubungan kerja sama internasional yang produktif dan saling menguntungkan,” ungkapnya pada Kamis (20/6/2024).
Hadir pula Ketua Umum Majelis Sinode Gereja Kalimantan Evangelis, Pdt. Dr. Simpon F. Lion, S.Th., M.Th., yang memberikan kontribusi penting pada acara “The 3rd International Conference on Christian and Inter-Religious Studies” yang diselenggarakan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Palangka Raya pada 20-22 Juni 2024 di Hotel M Bahalap Palangka Raya. Dalam sambutannya, Dr.. Simpon F. Lion menekankan betapa pentingnya seminar ini sebagai forum strategis untuk saling bertukar ilmu dan memperluas wawasan di era globalisasi, khususnya dalam konteks Berteologi Agama. Beliau menjelaskan bahwa seminar ini bukan hanya sekedar acara rutin, melainkan sebuah kesempatan emas untuk memperdalam pemahaman mengenai berbagai topik yang dibahas, seperti interaksi antaragama, perspektif teologis kontemporer, dan tantangan global dalam konteks keagamaan. Pdt. Dr. Simpon F. Lion juga menegaskan perlunya aplikasi praktis dari pengetahuan yang diperoleh selama seminar dalam kehidupan sehari-hari serta dalam konteks pelayanan dan pengembangan komunitas. Menurut beliau, pemahaman yang mendalam tentang berbagai isu teologis dan inter-religius yang diangkat dalam seminar ini dapat menjadi kunci untuk membangun dialog yang lebih konstruktif dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Rektor IAKN Palangka Raya, Dr. Telhalia, M.Th., D.Th., dalam pidatonya menggarisbawahi kekayaan keberagaman Indonesia yang menjadi tema utama seminar. “Indonesia adalah negara kepulauan dengan kekayaan keberagaman yang luar biasa, mencakup sekitar 1300 suku bangsa dan enam agama dengan sistem kepercayaan yang berbeda. Keberagaman ini, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi sumber kekuatan dan kekayaan. Namun, ia juga bisa menjadi potensi konflik jika tidak dikelola dengan bijak. Konsep Bhineka Tunggal Ika atau Unity In Diversity mencerminkan kebersamaan dalam perbedaan ini,” jelas Telhalia.
Beliau juga menambahkan pentingnya interaksi kultural sebagai cara untuk memahami dan menghargai perbedaan. “Salah satu cara untuk memahami konsep Diversity adalah melalui interaksi kultural, yang membantu kita mengenal dan memahami keragaman di tengah perbedaan,” katanya.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama Republik Indonesia, serta rektor dan wakil rektor dari perguruan tinggi agama Kristen negeri. Acara ini juga menampilkan pembicara dan narasumber dari dalam dan luar negeri, mencakup universitas terkemuka seperti Underwood University, Nusantara Institute Arab Saudi, University of Malaysia, Leiden University Belanda, Philippines Normal University, University of Leeds, Baylor University, Baptist Theological Seminary Malaysia, Monash University Australia, Yonsei University, dan Arizona State University.
Dari dalam negeri, hadir pula perwakilan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, STIF Jakarta, Universitas Kristen Maluku, Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Institut Seni Yogyakarta, baik secara langsung maupun melalui platform Zoom.
Seminar ini diharapkan dapat menjadi langkah maju dalam memperkuat hubungan antarbangsa serta memajukan studi Kristen dan interagama melalui kolaborasi dan diskusi yang produktif.



Komentar
Posting Komentar