BEM UPR Siap Gelar Aksi Besar Desak Percepatan Pencetakan Kartu ATM Beasiswa Tabe

Presiden Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-UPR), David Benedictus Situmorang dan Wakil Presiden Mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM-UPR), Nurul Mudmainah

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Palangka Raya (UPR) menyatakan kesiapannya untuk menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor PT Bank Kalteng. Aksi ini dipicu oleh keluhan terkait lambatnya proses pencetakan kartu ATM untuk Beasiswa Tabe, yang dinilai menjadi penghambat pencairan beasiswa tersebut. Kondisi ini membuat BEM UPR mengambil langkah tegas untuk menekan pihak terkait, dalam hal ini PT Bank Kalteng, agar mempercepat proses pencetakan kartu.

Menurut Presiden Mahasiswa (Presma) BEM UPR, David Benedictus Situmorang, BEM UPR merencanakan aksi demonstrasi besar-besaran, dengan kemungkinan melibatkan ribuan mahasiswa. Aksi ini merupakan bentuk desakan agar PT Bank Kalteng segera mempercepat pencetakan kartu ATM sebelum hari raya Idul Fitri, mengingat tenggat waktu yang tinggal sekitar 10 hari.

“Kami di BEM UPR jelas mendorong Bank Kalteng untuk mempercepat proses pencetakan kartu ATM sebelum hari raya, karena waktunya sudah sangat mepet,” ujar David dalam wawancara dengan Tabengan pada Senin (1/4/2024). David menekankan pentingnya percepatan pencetakan kartu ATM untuk memastikan Beasiswa Tabe dapat segera dicairkan. Menurutnya, ketidakjelasan terkait jadwal pencetakan kartu telah menimbulkan keresahan di kalangan mahasiswa, yang bergantung pada beasiswa tersebut.

“Banyak mahasiswa yang mendatangi kami untuk meminta tindakan segera. Oleh karena itu, kami telah merancang konsep aksi yang melibatkan demonstrasi ke PT Bank Kalteng dan Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah,” jelas David. David juga menambahkan bahwa BEM UPR akan mengonsolidasikan aksi ini dengan para penerima Beasiswa Tabe, serta bekerja sama dengan berbagai lembaga mahasiswa lainnya yang mengalami keresahan serupa. Ia memperkirakan aksi tersebut dapat menarik lebih dari seribu peserta.

“Kami akan menggandeng mahasiswa penerima Beasiswa Tabe, dan juga melibatkan seluruh lembaga mahasiswa di UPR. Aksi ini bukan hanya soal Beasiswa Tabe, tetapi mewakili kepentingan mahasiswa secara keseluruhan yang merasakan dampak dari lambatnya pencetakan kartu ATM,” tambahnya. Sementara itu, PT Bank Kalteng telah memberikan penjelasan mengenai penyebab keterlambatan pencetakan kartu ATM Beasiswa Tabe. Plt Direktur Utama PT Bank Kalteng, Marzuki, menyatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan izin dari Bank Indonesia untuk memulai pencetakan kartu. Menurutnya, izin ini baru saja diterima dan proses pemesanan kartu ke vendor sudah berjalan.

“Alhamdulillah, izin dari Bank Indonesia sudah turun. Saat ini kami sudah memesan kartu ke vendor, dan kami targetkan pencetakan kartu bisa selesai secara bertahap sebelum Idul Fitri,” jelas Marzuki dalam wawancara di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (27/3/2024). Marzuki menambahkan bahwa sesuai prosedur, pihaknya memang harus menunggu izin dari Bank Indonesia sebelum memulai proses pencetakan kartu. Ia memastikan bahwa PT Bank Kalteng berkomitmen untuk menyelesaikan pencetakan ini secepat mungkin agar Beasiswa Tabe dapat segera disalurkan kepada para mahasiswa.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, M Reza Prabowo, S.IP., M.P,A. juga menegaskan bahwa penyaluran Beasiswa Tabe akan tetap berlangsung, namun saat ini pihaknya masih menunggu penyelesaian pencetakan kartu oleh PT Bank Kalteng. ujar seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan prestasi gemilang dalam karier birokrasi dari Palangka Raya (wmp/02424).

Komentar