Mengenang Sosok Salundik Gohong: Purnawirawan TNI & Mantan Walikota yang Dikenang Keluarga dengan Kesederhanaan

 

Kolonel Inf (Purn). Salundik Gohong

Di tengah suasana masih penuh duka, Dr. dr. Mikko Uriamapas Ludjen, S.Ked., Sp.OG, M.Kes., yang merupakan menantu dari anak pertama almarhum Salundik Gohong dan juga merupakan Putra Pertama dari Pengusaha dan tokoh masyarakat paling berpengaruh di Kalimantan Tengah khususnya DUSMALA, Alm. Bpk. Marthin Ludjen, menyampaikan kesan mendalam tentang sosok almarhum sebagai pribadi yang sederhana. Ucapan tersebut disampaikan kepada awak media saat ditemui di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen KM 12 Palangka Raya, pada Minggu, 26 Februari 2023.

"Beliau adalah sosok yang sangat sederhana, meskipun ada kekurangannya, yaitu sering meninggalkan kita karena tugas negara. Sebagai seorang anggota TNI, beliau sering tidak dekat dengan kami secara fisik, tetapi itulah konsekuensi dari tugas negara yang diembannya," ungkap Mikko ketika mengenang almarhum mertuanya.

Dilansir Laman Wikipedia, Kolonel Infanteri (Purn) Salundik Gohong (8 Agustus 1946 – 23 Februari 2023) adalah sosok perwira militer dan politisi yang memiliki pengaruh besar di Kota Palangka Raya, baik di tingkat nasional maupun di Provinsi Kalimantan Tengah. Ia bukan hanya seorang prajurit yang berdedikasi, tetapi juga seorang tokoh publik yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam bidang politik dan pemerintahan. Kehadirannya dalam dua dunia yang berbeda, yakni militer dan politik, menunjukkan komitmen kuatnya untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat, khususnya di daerah asalnya, Kalimantan Tengah.

Salundik Gohong dilahirkan di Desa Bawan, sebuah desa yang terletak di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Ia merupakan anak dari pasangan Hermen Gohong dan Fransinae Diae, yang membesarkannya dengan nilai-nilai kerja keras dan kesederhanaan. Pendidikan dasarnya dimulai di sekolah rakyat setara SD di Kabupaten Kapuas, di mana ia menyelesaikan pendidikannya pada tahun 1958. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikannya ke SMP di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, yang diselesaikannya pada tahun 1962. Setelah menyelesaikan jenjang SMP, Salundik pindah ke Palangka Raya untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA dan berhasil lulus pada tahun 1966. Minat dan komitmennya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara mendorongnya untuk melamar ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) Bagian Darat di Magelang. Setelah menjalani proses seleksi yang ketat, Salundik diterima dan mulai menjalani pendidikan militer di akademi tersebut. Ia menghabiskan empat tahun di AKABRI sebelum akhirnya lulus pada tanggal 8 Desember 1971. Pada saat pelantikannya, Salundik dianugerahi pangkat Letnan Dua oleh Presiden RI saat itu, Jenderal Besar H.M. Soeharto, dan ia pun memulai karier militernya di korps infanteri.

Selama berkarier di militer, Salundik dikenal sebagai seorang perwira yang berdedikasi dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang menonjol. Ia memegang berbagai posisi penting di lingkungan TNI dan terus menapaki jenjang karier hingga mencapai pangkat Kolonel Infanteri. Pengalaman dan disiplin yang diperolehnya selama bertugas di TNI menjadi bekal penting ketika ia memutuskan untuk beralih ke dunia politik. Setelah pensiun dari militer, Salundik terjun ke dunia politik dan pemerintahan. Salah satu puncak karier politiknya adalah ketika ia terpilih sebagai Walikota Palangka Raya pada periode 1998—2003. Kepemimpinannya selama lima tahun di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah ini diwarnai dengan berbagai upaya untuk memajukan daerah, memperbaiki infrastruktur, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tidak berhenti di situ, ia kemudian juga menjabat sebagai Ketua Komisi E dan anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah pada periode 2004—2007, di mana ia berperan dalam pengambilan kebijakan di bidang sosial dan kesejahteraan rakyat.

Kontribusi besar Salundik Gohong baik sebagai perwira militer maupun sebagai politisi membuatnya menjadi salah satu tokoh penting di Kalimantan Tengah. Sebagai putra daerah, ia selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas segalanya. Nilai-nilai kesederhanaan, integritas, dan kerja keras yang diajarkannya terus menjadi inspirasi bagi generasi muda di daerah tersebut. Kepergian Salundik pada tanggal 23 Februari 2023 meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat Kalimantan Tengah. Namun, warisan yang ditinggalkannya, baik dalam bentuk pelayanan di militer maupun kontribusinya di dunia politik, akan terus dikenang. Semangatnya untuk mengabdi kepada negara dan masyarakat akan selalu menjadi panutan bagi mereka yang mengenalnya.

Salundik Gohong merupakan seorang purnawirawan militer yang dihormati, terutama atas jasa-jasanya sebagai putra daerah Kalimantan Tengah. Dalam karier militernya, ia banyak berkontribusi bagi tanah air, termasuk wilayah tempat asalnya. Meskipun demikian, Mikko menjelaskan bahwa keluarganya sudah siap dan ikhlas melepas kepergian almarhum. "Kita dari keluarga sudah siap, sudah ikhlas, dan sudah rela, karena sebagai bagian daripada keluarga TNI, kami harus siap menghadapi kehilangan seperti ini," lanjutnya.

Walau telah siap dan ikhlas, kehilangan yang dirasakan oleh keluarga tetaplah mendalam. Mikko menuturkan bahwa banyak hal yang diajarkan oleh Salundik Gohong selama hidupnya. Nilai-nilai kesederhanaan, kerja keras, serta tekad untuk meraih pendidikan setinggi mungkin menjadi warisan yang sangat berarti bagi keluarga. Di samping itu, almarhum juga dikenal sebagai sosok yang sangat peduli kepada sesama, selalu mengajarkan pentingnya membantu orang lain.

"Kami sangat merasa kehilangan, karena begitu banyak yang almarhum ajarkan kepada kami. Terutama tentang pentingnya hidup sederhana, bekerja keras, dan terus belajar. Beliau selalu menekankan bahwa kita harus mencapai pendidikan yang tertinggi, dan yang paling penting, harus banyak membantu orang lain," tambah Mikko dengan penuh haru.

Momen perpisahan ini tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga besar almarhum. Kehilangan sosok yang begitu berpengaruh dalam kehidupan mereka menyisakan kenangan yang tak tergantikan. Namun, keluarga tetap kuat menghadapi kenyataan, dengan memegang teguh warisan nilai-nilai kebaikan yang ditinggalkan oleh Salundik Gohong. Kesederhanaan dan pengabdiannya sebagai putra daerah dan TNI menjadi inspirasi yang akan terus mereka kenang.

"Jika kami mengenang beliau, rasa kehilangan itu sangat terasa. Tetapi kami juga bangga karena beliau telah meninggalkan warisan berupa nilai-nilai yang begitu berharga bagi kami dan banyak orang," tutup Mikko. Salundik Gohong meninggalkan jejak yang mendalam di hati keluarganya, tidak hanya sebagai seorang prajurit yang berdedikasi, tetapi juga sebagai seorang ayah, suami, dan putra daerah yang selalu menjunjung tinggi kesederhanaan dan tanggung jawab. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tetapi semangat dan ajarannya akan terus hidup di tengah keluarga dan masyarakat yang mengenalnya (wmp/26624).

Komentar